tabel PEMETAAN
kalw teman2 pengen membuat tabel olah data greed 5B pemetaan goa terstandarisasi lihat dibawah ini
kalaw berguna kasih komen yahkalw teman2 pengen membuat tabel olah data greed 5B pemetaan goa terstandarisasi lihat dibawah ini
kalaw berguna kasih komen yahPeta gua yang dibuat memiliki tingkatan sesuai dengan derajat ketelitian saat survey dilaksanakan. Oleh BCRA, tingkatan survey dibagi menjadi 6 grade ditambah 1 grade khusus. Derajat ketelitian berdasarkan keakuratan pengukuran, detail, teknik yang digunakan, peralatan yang digunakan. Pembagian Grade Survey Center Line standard BCRA (sumber Surveying Cave, Bryan Ellis, 1970) adalah sebagai berikut: PEMBAGIAN TINGKATAN SURVEY BERDASARKAN SURVEY CENTER LINE OLEH BCRA(British Cave Researche Association) Catatan: Organisasi caving, dan lainnya, yang mereproduksi Tabel 1, 2, dan 3 dalam publikasi mereka, ijin dari BCRA untuk mereproduksi ketiga tabel tersebut tidak diperlukan Grade 1 Hanya membuat skets dengan akurasi rendah, tanpa membuat pengukuran. Grade 2 Digunakan jika diperlukan, untuk menggambarkan perantaraan dalam akurasi antara Grade 1 dan Grade 3. Grade 3 Survey magnetik kasar. Sudut horisontal dan sudut vertikal diukur dengan dengan peralatan, derajat kesalahan ? 2,5?. Alat ukur jarak dengan kesalahan ? 50 cm, kesalahan posisi stasion kurang dari 50 cm. Grade 4 Dapat digunakan jika diperlukan, untuk menggambarkan survey tidak sampai ke Grade 5, tetapi lebih akurat daripada Grade Grade 5 Survey dengan peralatan magnetik. Akurasi sudut horisontal dan vertikal ? 1?. Akurasi pengukuran jarak ? 10 cm. Kesalahan posisi stasiun kurang dari 10 cm. Grade 6 Survey dilakukan dengan lebih akurat dari grade 5. Grade X Survey berdasarkan diutamakan menggunakan theodolite sebagai pengganti compas. Catatan: Tabel di atas merupakan ikhtisar dan ditujukan sebagai peringatan, bahwa grade survey yang ditunjukkan di atas harus dibaca bersama-sama dengan penambahan keterangan dalam dalam buku "Surveying Cave". Untuk lebih jelasnya lihat keterangan berikut di bawah. Pada semua kasus harus mengikuti tujuan dari definisi dan tidak hanya yang terbaca saja. Batas akurasi, digunakan dalam pendefinisian, artinya adalah pendekatan hasil terhadap harga sebenarnya, tidak boleh dikacaukan dengan pengertian presisi yang mana pendekatan jumlah dari hasil ulangan masing-masing, dengan mengesampingkan keakuratannya. Untuk mencapai grade 3 perlu menggunakan clinometer pada lorong yang mempunyai kemiringan. Peralatan perlu dikalibrasikan lebih dahulu untuk mencapai Grade 5. Untuk Grade 6 perlu menggunakan compas yang dapat melewati batas akurasi, misalnya ? ??, begitu pula untuk clinometer. Keakuratan jarak dan posisi stsiun kurang dari 2,5 cm dan perlu adanya tripod untuk kedudukan peralatan magnetik (compas dan clinometer). Untuk Grade X harus dimasukkan dalam catatan yaitu gambar dan tipe instrumen serta teknik yang dipakai. Bersamaan dengan perkiraan keakuratan dibandingkan dengan Grade 3, 5, atau Grade 2 dan 4 dipakai pada saat survey dilaksanakn menemui kondisi yang menyebabkan survey dengan tingkat yang lebih tinggi terhalangi, dan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan survey lagi dimasa mendatang. Publikasi ulang tabel di atas harus selalu disertai dengan catatan ini. + Klas A semua detail dibuat berdasar hapalan luar kepala + Klas B detail lorong dicatat dalam gua berdasar perkiraan + Klas C detail lorong diukur pada stasiun survey + Klas D detail diukur pada stasiun survey dan antar stasiun Kombinasi Grade dan Klasifikasi direkomendasikan : - Grade 1A - Grade 3B/ 3C - Grade 5C/ 5D - Grade 6D - Grade XB, XC,atau XD Derajat pengukuran ini harus diusahakan sejak dua stasiun pertama, karena kesalahan akan bersifat komulatif, makin jauh dari titik awal, semakin besar pula kesalahan yang terjadi. Grade 3 Direkomendasi jika menggunakan alat ukur magnetik kasar. Misal kompas saku (Suunto MC-1 mirrors) dan clinometer swakarya. Jarak dapat diukur dengan pita ukur, menghitung langkah atau panjang tubuh. Grade 5 Type survey ini adalah yang paling banyak dilakukan. Karena merupakan survey yang cukup akurat dengan waktu yang memungkinkan. Survey direkomendasikan menggunakan leap frog method dan lokasi stasiun survey menggunakan batu atau bentukan lain. Alat : Kompass : Suunto tipe KB 14/360 RT Alternatif : liquid-filled prismatic compass (misal kompas militer Mark III atau tipe 06A), Sylva tipe 7NL. Clinometer : Suunto tipe PM5360PCT Alternatif : Abney level atau Watkin (mirror) Pita ukur dari bahan fiber, panjang maksimum 30 m Grade 6 Digunakan oleh para spesialis. Grade ini memenuhi keinginan untuk mendapatkan akurasi tinggi dalam survey. Tripod yang digunakan untuk kompas dan clinometer untuk meminimalkan kesalahan posisi stasiun. Grade X Penggunaan grade X pada survey gua biasanya pada perencanaan usaha-usaha pengembangan atau eksploitasi gua.
Gambar grafik probabilitas kesalahan survey (Menurut Bryan Ellis) Banyak metode lain yang dilaksanakan, namun dengan menggunakan standard yang umum dipakai ini, akan lebih mudah diketahui kualifikasi dan standart peta yang dihasilkan. Dengan pencantuman grade pada peta yang dibuat, maka pembaca peta yang juga surveyor gua akan mengetahui alat dan metode survey yang digunakan. Sekaligus pertanggung jawaban atas survey yang telah dilaksanakan dan peta yang dihasilkan. Tetapi yang paling banyak digunakan adalah standar 5B dan 4. Yang menjadi pertimbangan atas hilangnya keakuratan antara pencatatan survey sampai ke penyelesaian peta datang dari dua hal, yaitu pada waktu pengolahan data dan penggambaran peta.
Batuan sedimen batugamping disusun dari sisa-sisa tumbuhan dan binatang yang menghasilkan kalsium karbonat sebagai bagian dari metabolismenya membentuk bagian utama dari batugamping. Komponen lainnya adalah dari pengendapan secara kimiawi atau oleh proses biokimia. Secara bersama-sama tersedimentasi pada dasar laut; dan hal ini tidak memilki karakter yang seragam diseluruh bagiannya, jadi batugamping bukan merupakan komposisi yang seragam. Jenis dari batugamping ini sangat tidak terbatas. Sederetan sejarah dari jenis sedimentasi adalah litifikasi, formasi batuan dari bentuk yang khusus. Hal ini melibatkan perubahan kimia yang komplek seperti halnya adalah sementasi dan rekristalisasi, silikafikasi dan dolomitasi: secara bersama-sama biasa disebut dengan istilah diagenesis. Gua-gua hanya dapat dibentuk dari batuan yang ter-litifikasi, dan jelas bahwa karakter sedimen semula dan sejarah diagenetik adalah faktor-faktor yang mengontrol lokasi sebuah gua.
Proses kelahiran sebuah gua biasa disebut dengan speleogenesis, dan fitur dari geologi sangat besar pengaruhnya disini.
Ada beberapa sistem pengklasifikasian batugamping (limestone). Sebagian tergantung kepada komponen perbedaan lingkungan formasi, perbedaan material komponen, perbedaan ukuran butir, perbedaan matrix, dan perbedaan perubahan diagenesisnya. Berbagai sistem klasifikasi tersebut memungkinkan untuk adanya derajat gradasi antar klasifikasi dan ada beberapa kelengkapan tambahan.
Adapun mineral dari batugamping adalah:
Calcite
CaCO3Material strukturnya sebagian besar dari invertebrata laut dan merupakan komponen utama dari limestone. Mengkristal dalm sistem trigonal.
Aragonite
CaCO3Material strukturnya dari moluska laut; terkadang terendapkan dalam air dangkal yang hangat. Mengkristal dalam sistem orthorhombic. Dibandingkan dengan kalsit, kestabilannya lebih rendah dan lebih mudah larut; seringkali merngkristal menjadi kalsit.
Dolomite
CaMg(CO3)2Diketahui sebagai mineral sedimen primer, tetapi lazimnya hasil dari invasi sedimen kalsit oleh air asin yang kaya dengan magnesium yang menyebabkan rekristalisasi dimana dolomite menggantikan kalsit.
Chalchedony
SiO2Material struktur mengadung silika dari sedikit invertebrata laut, khususnya Radiolaria. Keberadaan di batugamping biasanya sebagai flint dan nodul chert.
Kalsit diendapkan oleh suatu organisme yang secara umum memiliki kadar magnesium yang kecil terbatasi didalam kisi-kisi kristal. Kalsit yang mengandung besi dan mangaan pada umumny adalah berasal dari diagenetik dan much less common.
Apabila kita melakukan penelusuran dalam gua, kita tidak asing lagi dengn bentukan khas dan mempunyai daya tarik tersendiri karena bentuknya yang bermacam-macam dan unik. Biasanya adanya rekahan-rekahan yang terbuka menyebabkan air mudah meresap ke dalam lapisan batugamping, kemudian muncul pada langit-langit, dinding, serta lantai gua membentuk ornamen gua (speleothem) yang paling terkenal adalah stalactite dan stalagmite.
LITIFIKASI
Proses litifikasi adalah perubahan dari sedimen yang lentur menjadi batuan, pada kasus ini adalah batugamping yang normalnya dari kalsium karbonat terendapkan dalam ruang pori. Dan terbawa ke tempat terjadinya sementasi oleh pelarutan baik oleh air connate, yaitu air laut yang terjebak di sedimen awal, dan air tanah yang ada diwaktu belakangan.
Sementasi kalsium karbonat dapat diendapkan oleh salah satu dari tiga bentuk ini: coarsely crystalline spar, elongate fibres, atau sebagai micrite yang terbutirkan yang baik.
DIAGENESIS
Diagenesis memiliki arti yang lebih luas daripada litifikasi, juga termasuk perubahannya yang mengambil tempat dalam batuan yang menerima perpindahan magnesium dan silika, dll.
POROSITAS DAN PERMEABILITAS
Porositas didefinisikan sebagai total volume dari ruang udara antar partikel dalam massa; biasanya dinyatakan dalam prosen. Permeabilitas adalah kemampuan batuan untuk meluluskan air melalui batuan tersebut, biasanya dinyatakan dalam darcy (1 darcy adalah 1 cc cairan dengan kecepatan 1 centipoise melalui 1 cm2 luas bidang, sejauh 1 cm dalam 1 detik dengan perbedaan tekanan 1 atm antar unjungnya).
Permeabilitas primer adalah melalui pori dai batuan,sedangkan permeabilitas sekunder melalui kekar, sesar, atai gua hasil pelarutan (solution cavity).
Porositas dan permeabilitas di daerah batugamping sangat besar pengaruhnya terhadap pada proses bentukan gua. Untuk itu perlu sekali dipahami.
LAPISAN (BED) DAN BIDANG LAPISAN (BEDDING PLANE)
Bentuk dan keteabalan bed adalah faktor-faktor dalam speleogenesis.
Lapisan tipis dengan ketebalan tidak lebih dari 25-50 cm, mengadakan banyak bidang perlapisan, sedikit konsentrasi aliran, sehingga pengembangan gua menjadi terhalangi.
Lapisan yang tebal memiliki bidang lapisan lebih sedikit sehingga jumlah alirannya terbatas, dan bisa menyebabkan perkembangan gua dengan ukuran lebih panjang.
Gambar stratigrafi minor
STYLOLITE
Banyak bedding plane pada batugamping yang menampakkan ciri-ciri pelarutan tekanan yang dikenal sebagai stylolite. Jika sebuah material yang tidak dapat terlarutkan tersebar sepanjang bedding plane, pengaruh dari berat lapisan yang lebih muda adalah menekan lapisan bersama-sama. Dibawah tekanan yang demikian itu kalsium karbonat yang kontak dengan butiran kwarsa dapat terlarutkan, dan pelarutan yang semacam itu secara istimewa diatas puncak butiran dan dibawah satu sama lain. Hasil jaringan adalah sebuah serupa dengan bentuk tiga dimensional zig-zag. Dilihat dalam se uah muka joint , terlihat seperti jejak dari pen recorder, sehingga disebut stylolite.
Ukuran stylolite bermacam, sepanjang permukaan bed.
Lapisan dibawah lapis stylolite, ketika terkupas, terkadang disebut "pot-holed surface".
STRUKTUR
Saat terlitifikasi, massa batugamping mengalami tekanan dan regangan dari apa yang disebut gaya tektonik, didalam Bumi. Tekanan dapat menyebabkan mengalami kemiringan atau lipatan, sehingga menyebabkan llapisan batugamping terinklinasi dan bagian lemah dari perlekatan terinklinasi kearah yang sama. Tekanan juga menyebabkan terjadinya retakan pada batugamping, menyebabkan terjadinya kekar dan sesar.
Di banyak kejadian, seharusnya surveyor gua dapat mem-plot disposisi dari kekar, sesar, dan dip dari kemiringan lapisan sesuai dengan kemajuan survey. Hal ini akan sangat membantu interpretasi dari asal muasal gua di kemudian hari dan dapat menghilangkan beberapa rangkaian survai geologi yang diperlukan bahaya kesalahan lokasi.
KEKAR (JOINT)
Kekar dan sesar, keduanya adalah fracture (retakan), namun kekar tidak ada displacement, sedangkan sesar, definisinya adalah bidang displacement. Keduanya dihasilkan oleh kompresi, tensi, dan torsi, dengan berbagai kemungkinan arah.
Ada beberapa jenis kekar (joint):
conjugate joint, adalah joint yang hanya melalui satu bed saja, atau paling banyak hanya dua atau tiga lapisan.
master joint, adalah joint yang melalui bed yang lebih tebal daripada joint yang lain.
oblique joint
Conjugate joint yang melalui beberapa bed sehingga menjadi tempat yang cocok untuk awal dari tapak jejak speleogenetik yang mengatur arah vertikal, dan berkembang menjadi "pot" atau "pitch". Perkembangan sepanjang joint tunggal biasanya disebut "rift". Joint ini memungkin adanya perkembangan gua.
Batu gamping yang terlipat memiliki normal joint yang kemudian menjadi bedding yang mana berkembang basik saat bed dalam posisi horisontal, sehingga sampai dirotasikan dengan lapisan tertutup, atau mungkin memiliki oblique joint yang ter impose oleh tegangan berikutnya ke lipatan.
LIPATAN
Lipatan di batugamping, dan lapisan yang berdekatan, dapat menghasilkan sebuah struktur yang sangat beragam; lipatan dapat berupa arch yang mulus atau sebuha pembalikan lapisan yang sempit, dapat simetris maupun asimetris; dapat isoclinal, dengan dua cabang yang memiliki dip sama; atau tergulingkan, dengan satu cabang memiliki lapisan yang merupakan kebalikannya. Ukurannya dapat beberapa feet dan dapat pla luasnya berkilometer dan ribuan meter. Inklinasi dari lapisan batugaping dapat memberikan sumbangan distribusi beberapa joint dan sesar serta berbagai bentuk zona lemah batuan lainnya.
SESAR
Sesar ada tiga jenis; normal, wrench atau tear, dan reverse atau thrust.
Sesar adalah fracture yang mengalami dislokasi. Hal ini juga memungkinkan awal terjadinya spelegenesis sepanjang sesar. Salah satu pengaruh utama dari sesar adalah displacement lapisan yang memiliki karakter speleogenesis, berjauhan satu sama lain. Selain itu sesar dapat menghasilkan bed yang berbeda, bersamaan dengan karakter speleogenetik yang sama, posisi yang berlawanan; gua hasilnya dapat ditandai dengan perubahan ukuran detail potongan dan ciri-cirinya ditempat lintasan sesar.
Pergerakan sesar seringkali berkesudahan dalam sebuah fragmen batuan yang ter-crush atau ter-grind membentuk sebuah zona atau sebuah pita breksi daripada sebuah bidang sesar clean-cut. Breksi semacam itu biasanya merupakan sementasi dari kalsit, tetapi cukup permeable sehingga menjadi faktor yang cukup penting dalam perkembangan gua.
Berbagai macam hipotesis tentang asal muasal gua telah dibuat yang mana titik awalnya adalah sebuah masa homogen batugamping yang kemudian terangkat dari muka air laut. Dengan asumsi bahwa batugamping adalah homogen, maka variabel sedimen gamping dan tekstur diagenesis menjadi diabaikan. Padahal tringkah laku dari; ukuran butir dan pori, permeabilitas yang berbeda; sifat dasar bedding plane, stylolite, kekar, sesar, lapisan mineral, karst yang terkubur, semuanya memiliki arti yang sangat penting dalam mengontrol tempat, waktu, dan tingkatan speleogenesis. Tidak ada sistem gua yang dapat dipahami secara penuh jika faktor-faktor tersebut tidak dianalisa.
Pada teori awal, mulanya semua pathway dari speleogenetik adalah dalam zona phreatic. Faktor geologi yang kemudian mengontrol pathway berkembang menjadi gua. Studi yang mutakhir menunjukkan, bahwa pathway dapat berkembang menjadi gua sistem vadose, dan juga, gua ada juga yang berkembang langsung ketika pada zona vadose.
Persiapan sebelum perjalanan berikut ini terutama untuk gua-gua yang memiliki potensi banjir. Pertama, tiap orang harus menyiapkan pakaian mereka untuk menahan dingin; seperti misalnya pakaian dalam polypropylene. pakaian middle wool dan pelapis luar. Lapisan tersebut akan menjaga anda tetap hangat; sekalipun basah. Cara terbaik untuk melawan hyptermia adalah dengan menghindarkan diri sebelum anda masuk kedalam gua. Kedua, anda harus memberitahukan kepada orang kemana anda pergi, beraapa lama perjalanan anda, area dari gua dimana anda eksploraso dan kapan anda akan pulang. Ketiga, cobalah untuk memperoleh laporan cuaca. Keempat, isi dari pack anda harus mewakili sikap sadar akan safety. Item berikut ini akan membuat masa tinggal anda dalam gua lebih dapat memiliki toleransi.
Dua tas sampah-ini dapat disimpan di helm. Jika kemungkinan terserang hypothermia, buat sebuah lobang di pusat dari salah satu tas tersebut keatas, kemudian hirupkan ke seluruh badan. Jagalah lobang cukup kecil sehingga anda kepala anda sedikit saja fit through. Hal ini akan mengurangi area yang kehilangan panas melalui lobang tersebut. Tas kedua seharusnya memeiliki lobang yang berada pada bagian depan dekat dengan puncaknya. Tas ini kemudian dipull ke seluruh kepala sehingga anda melihat keseluruhan lobang tersebut. Meletakkan helm ke belakang akan membantu menjaga tas kedua ditempatnya. Dengan tas ganda anda meningkatkan pengisolasian ruang udara yang mati.
Satu ruang untuk selimut-saat menjaga dari angin kemampuan untuk memantulkan inframerah sangat bagus saat dibungkuskan ke tubuh anda. Hal ini akan menahan sebagian besar panas tubuh. Sangat baik sekali jika dipergunakan dalam mempertemukan dengan sumber panas kedua.
Air untuk membantu menghindari dehidrasi. Anda seharusnya minum sekalipun tidak haus. Anda dapat minum air gua pada saat emergensi tetapi dapat menimbulkan resiko jika meminum air yang sudah terkontaminasi.
Makanan ekstra-hal ini seharusnya lebih banyak dari pada rencana makanan untuk perjalanan normal-dengan cara ini anda akan mempunyai makanan ditangan saat dibutuhkan.
First aid kit- satu untuk tiap grup sudah cukup. Harus ada tablet untuk water purification.
Lilin yang dipergunakan adalah miliki tukang pipa dan harus lima biji. Penting terutama sebagai sumber pacas bagi caver elektronik.
Korek api atau korek gas.
Pensil dan kertas dipergunakan untuk menulis catatan rescue.
Cyalume light sticks-baik untuk membuat tanda lokasi. Tidak ada hubungannya dengan sumber cahaya.
Jam - tanpa jam waktu terjebak seakan tanpa akhir.
Lembar foam yang terbungkus untuk mengisolasi terhadap dingin dari tanah. Dapat dipakai potongan kecil ensolite yang dapat dengan mudah dipak dalam semua kondisi.
Kompor untuk memanaskan air atau makanan untuk menjaga agar suhu inti badan dari turunnya suhu terlalu rendah.
Jika mungkin, lebih baik jika menyembunyikan supplie dalam sebuah tas yang kedap air dan ditempat yang mudah dijangkau. Tas ini harus berisi makanan yang banyak, tas sampah, karbit ekstra, material isolasi space blanket, firt kit aid, dll.
Jika anda terperangkap banjir (atau yang lainnya) pertama yang yang harus dikerjakan adalah jadikan anda menjadi sebuah survival frame di pikiran anda. Pada saat tersebut anda bukan lagi seorang caver; tetapi survivor, dan sesegera mungkin anda sadar hal itu segera pula anda kerjakan apa yang perlu agar dapat survive.
Anda harus memperkirakan seberapa serius dan besar dari banjir. Jaga agar sebanyak mungkin pakaian tetap kering sembari memeriksa water level. Marker harus ditandakan ke batas air sehingga dapat memiliki rekaman fluktuasi air. Hal ini akan membantu anda secara psikologis untuk membantu anda menentukan saat kapan atau apakah self rescue memungkinkan. Setelah itu anda harus mendapatkan sebuah tempat yang aman dari air dan angin, terutama waterfall. Angin dari gerakan air akan menambah dingin, yang mana akan menguras panas tubuh anda yang berharga. Berikutnya, lepaskan semua pakaian yang basah dan dengn pertolongan satu orang, peraslah. Setelah itu, leatkkan lagi. Mengeringkan dari kelembaban 100% tidak dapat dikerjakan sampai mengeringkannya, tetapi akibat tubuh anda maka akan kering dalam 5 jam. Saat semuanya kering akan sangat berharga sekali untuk menjaga panas tubuh anda.
Setelah semua langkah diatas dikerjakan; anda akam meemiliki banyak waktu untuk menyiapkan psikologis diri sendiri dan mental untuk cobaan yang berat yang akan datang. Dari keadaan ini rencanakan bahwa terjebak dalam jangka waktu yang lama. Jika anda segera direscue maka tidak akan ada yang hilang, tettapi jika anda membicarakan bahwa anda segera direscue beberapa saat nanti, maka hasilnya akan lebih buruk dari pada yang diharapkan.
Mulailah menjaga panas tubuh dari awal. Jika mungkin, ambil tas sampah dan kerjakan jika memungkinkan. Terkadang tas harus diganti untuk membersihkan dari embun. Juga, jagalah agar dua tas leher anda serapat mungkin, untuk menjaga agar kehilangan panas menjadi minimum. Karena tanah adalah penghilang panas yang sangat baik, cobalah sesedikittmungkin kontak dengan tanah dengan duduk melintang pada lembar isolator.
Dengan menempatkan sebuah lilin atau lampu helm diantara dua paha dengan disebarkan menggunakan tas sampah-untuk menjebak panas, anda dapat menghangatkan diri anda sendiri saat anda merasa dingin. Dengan mempelajari hal tersebut sehingga batang tubuh anda secara langsung diatas timbulnya udara panas, proses akan semakin efisien. Lillin nomor lima akan habis kurang lebih 8-10 jam jika lelehannya tidak dibuat keluar. Ingat bahwa lelehan lilin (wax) adalah bahan bakar dari lilin; jangan sia-siakan. Selalu biarkan helmet anda dalam keadaan menyala; kepala anda sangat erat hubungannya dengan sistem pembuluh darah dan memungkinkan untuk kehilangan panas dari tempat tersebut.
Pada saat tertetentu selama seebelum anda mulai tinggal, inventarislah semua suppli yang mungkin dan mulailah memikirkannya segera. Dan lagi, jangan anggap bahwa anda akan direscue segera. Ambil semua makanan dari tiap orang untuk disimpan terpusat karena anda harus menjadikan tiap orang sesehat mungkin untuk survival. Mengherankan bagaimana makanan sedikit tubuh dibutuhkan sementara tidak ada kebutuhan energi yang besar untuk membuatnya. Jagalah makanan saat anda betul-bettul membutuhkannya.
Jagalah sumber cahaya. Jika anda mungkin untuk mencoba self rescue, atau direscue, anda menginginkan bahwa memiliki sumber cahaya utama yang fungsional. Sehingga jagalah karbit dan batery. Lilin akan menyediakan panas untuk tubuh dan sinar saat anda menunggu.
Tinggalkan catatatn pada lokasi yang baik. Hal ini penting untuk membantu melancarka rescue anda. Catatal harus termasuk lokaso anda dan bagaimana anda bisa sampai kesana; gambarkan peta jika perlu dan berikan banyak tanda jika mungkin. Daftar kondisi grup anda dan bantuan medis yang dibtuhkan termasuk tingkat seriusnya dari suattu masalah dan jika mungkin bagaimana mereka dapat bertindak sesuai dengan hal-hal tersebut. Berikan dafttar dari kebutuhan penting yang anda miliki. Segera setelah rescuer mengetahui status anda segera mungkin akan membantu anda.
Rapatkan tubuh-tubuh anda sesegera mungkin. Saat merapatkan tubuh, cobalah untuk meminimalkan area permukaan yang kontak dengan udara dan tanah. Cara yang oaling baik adalah dengan metode "spoon" (sendok). Anda harus menempatkan perut anda kebelakang dengan kaki langsung dibelakang orang didepan anda. Letakkan tatngan bebas anda merangkul orang lain dan sebanyak mungkin berada pada tubuh mereka. Orang yang berada di ujung harus berotasi untuk menghindari kehilangan panas tubuh. Orang yang sngat kedinginan hindarkan dari posisi di ujung. Untuk sementara orang, merapattkan tubuh seperti ini merasa tidak nyaman, tetapi segera setelah anda mulai, maka anda akan merasa lebih baik. Sekali berada pada posisi merapat seperti itu anda ingin bergantian sisi bagian secara rutin; setelah sebentar maka pangkal paha anda merasa sakit. Untuk meredakan tekanan pada tulang pinggul galilah sedikit pada tempat dimana pangkal paha anda berada tetapi tidak selayaknya menggunakan tekanan pada nya.
Aspek paling berat dari situasi akan mempertahankan kesehatan perilaku mental. Untuk dapat survive dengan menyenangkan anda harus menjaga semangat anda. Ini lebih sulit saat anda hubungan anda dengan dunia luar terputus habis. Berada di gua dan mengetahui bahwa anda terjebak dan tidak dapat ditolong dapat menjadi korbannya. Anda dapat bertempur melawan frustasi dan depresi dengan memiliki kepercayaan pada sistem. Hal ini hanya persoalan waktu sebelum sebuah rescue dengan skala penuh diselenggarakan. Anda harus percaya pada orang-orang diluar dan yakinkan diri sendiri bahwa mereka diluar sedang mengerjakan sesuatu untuk membawa anda keluar. Dari pengalaman seseorang kita tahu bahwa hal ini adalah benar. Saat orang mengetahui situasi, tidak akan ada sesuatu yang dapat menghentikan mereka sampai anda aman di luar dan bersuara.
Waktu akan terasa menyimpang saat anda menunggu untuk mendapatkan kembali hubugan dengan dunia. Dengan memiliki arloji anda dapat mengatur periode tidur pada waktu yang seharusnya. Kemampuan akal untuk menangani stress dan situasi emergensi adalah deminish saat putaran alamiah terganggu. Dengan berpegang kepada putaran "siang-malam", anda dapat meemudahkan diri terhadap stress psikologi.
Selama bencana anda seharusnya juga memeriksa psikologi tiap orang dan keadaan mentalnya. Hal ini akan membantu untk membentuk group menjadi dekat dan unit yang erat sebagaimana untuk peringatan adanya masalah sebelum mereka keluar kendali. Jika masalah sudah terbentuk, cobalah utuk berbicara dengan orang melalui mas krisis atau kerjakan apa saja yang perlu untuk mengendalikan situasi.
Sesuatu yang tidak mengancam nyawa, tetapi potensial untuk melemahkan merupakan "immersion foot" (mencelupkan kaki??) Hal ini terjadi saat hubungan dengan water yang mengakibatkan kaki terlalu bengkak dan sangat sakit jika untuk berjalan. Anda dapat menghindarinya dengan mengangin-anginkan kaki anda tiap 3-4 jam perhari. Juga, kaos kaki polypropylene untuk bagian dalam dan wool untuk bagian luar dapat menghilangkan uap do kaki anda. Jagalah boot anda sepanjang mungkin. Hal ini memungkinkan untuk sirkulasi udara disekitar kaki anda dan dapat mengeringkannya.
Sekali lagi berikanlah sistem waktu untuk bekerja. Pergunakan kepala anda. Jangan bodoh. Bersabarlah dan tetap miliki kepercayaan. Akan memalukan diri anda sendiri jika sebuah noktah aman dan selamat tetapi sesuatu yang besar dan diri anda sendiri akan terbunuh. Banyak orang yang meninggal karena kurang sabar. Jangan menjadi salah satu diantara mereka.
Judul Asli: SURVIVAL IN A CAVE / SURVIVAL Di GUA
(TERJEMAHAN) Caving Information Series - STC 9301
by Gary Bush and Mark Rocklin edited by Michael H. Camilletti
oleh Gary Bush dan Mark Rocklin editting oleh Michael H. Camilletti
Reproduced with permission of the National Speleological Society, Inc., 2813 Cave Ave., Huntsville, AL 35810-4431."
Organisasi Rigging, Yang dimaksud dengan organisasi rigging adalah manajemen dan pembagian kerja saat pembuatan lintasan. Persiapan dan pengaturan yang dilakukan meliputi banyak hal yakni:
I. Peralatan
Hal ini dilakukan sebelum mulai penelusuran, meliputi :
1. Penentuan dan penghitungan jumlah alat yang akan dibawa. Hal ini dibedakan atas :
Penelusuran gua baru.
Jumlah peralatan yang dibawa berdasarkan target waktu penelusuran yang akan dilakukan, ataupun perkiraan kedalaman gua yang akan ditelusuri. Perkiraan kedalaman dan panjangnya dapat diperkirakan dengan analisis geologi dan peta topografi, serta dibandingkan dengan gua-gua sekitarnya (jika pernah ditelusuri).
Penelusuran gua yang pernah ditelusuri sebelumnya.
Jumlah perlatan bisa dihitung dari jumlah pitch dan panjang tiap pitch yang telah diketahui sebelumnya karena penah menelusuri atau dengan membaca peta gua.
2. Packaging peralatan
Peralatan yang dibawa dibagi menjadi beberapa kelompok berdasar efisiensi penggunaan dan pantangan, dengan menggunakan tackle bag tersendiri:
Tali
Tali dimasukkan kedalam tas khusus(sendiri), jangan dicampur dengan barang-barang lain terutama bahan kimia (karbit, dye tracing, batery, dll) dan makanan.
Gulung tali kedalam tas dengan ujung yang pertama kali masuk dibuat simpul 8 tunggal dan simpul 8 double pada paling ujung. Berfungsi untuk menyambung tail bila ternyata tali sudah habis sebelum mencapai dasar pitch. Dan yang terpenting mencegah rigging man "terjun bebas".
Ingat!!! Seorang vertical caver berpengalaman pernah mengalami hal ini dan harus ditebus dengan nyawanya!!
Jika menelusuri gua yang pernah ditelusuri dan diketahui kedalaman masing-masign pitch, masukkan tali sesuai dengan urutan panjang tali yang dimiliki. (Jika panjang tali yang dimiliki tidak seragam).
Tiap ujung tali diberi label panjang tali sehingga memudahkan untuk manajemen tali yang berhubungan dengan kedalaman pitch. (Lihat Gambar) 
Masing-masing ujung tali diberi kode panjang tali .
Perlatan dari logam
Perlatan ini berupa carabiner, pengaman sisip, bor tebing, hammer dan lain sebagainya. Masukkan peralatan ini dalam tas tersendiri. Jika terlalu berat dapat dipisahkan menjadi beberapa tas. Untuk gua yang pernah ditelusuri, pemisahan lebih baik tidak berdasar pada jenisnya, misalkan carabiner dimasukkan ke dalam satu tas, pengaman sisip di tas yang lain, namun berdasar kebutuhan tiap pitch.
Peralatan dari kain.
Perlatan yang dimaksud adalah webbing, sling, ataupun tali potongan pendek yang dipergunakan untuk rigging. Sebagaimana dengan tali, peralatan ini sensitif terhadap bahan kimia.
II. Pembagian tim
Tim rigging yang baik minimal 2 orang. dengan pembagian tugas sebagai berikut.
a. Pemasang lintasan.
Bertugas memasang lintasan dan leader. Sebagai pemasang lintasan dia bertanggung jawab atas keselamatan penelusur lainnya saat melewati lintasan yang dibuat, jadi lintasan ini harus benar-benar aman untuk penelusur lainnya. Sehingga ada kesepakatan bahwa pembuat lintasan harus yang pertamakali turun pada lintasan tersebut.
b. Pembantu.(assisten rigging)
Orang ini berugas untuk menyiapkan dan memberikan alat yang dibutuhkan oleh pembuat lintasan, juga sebagai belayer saat orang pembuat lintasan harus melakukan traversing ataupun pemanjatan pada saat memasang lintasan.
Gua : adalah setiap ruangan bawah tanah alam di bebatuan yang cukup dimasuki manusia. (Union Internationale de Speleologie).
Gua : lubang alam yang ada di bumi. (William B. White, 1988)
Beberapa referensi yang mengulas proses-proses terjadinya gua, diantaranya adalah:
Geomorphology and Hydrology of Karst Terrains (William B. White, 1988)
Karakteristik bentuk lahan di kawasan karst adalah:
- bentukan negatip yang tertutup, dengan berbagai ukuran dan susunan
- drainase permukaan yang terputus
- gua-gua dan sistem aliran bawah permukaan
Tingkat perkembangan bentuk lahan kawasan karst, secara umum berbeda satu kawasan dengan yang lainnya. Mulut gua terbentuk secara kebetulan.
Sebagian terbentuk berhubungan dengan sumber air atau tempat keluarnya air yang juga membentuk gua. Misalnya mulut gua yang berupa swallow hole atau mulut mata air.
Sebagian mulut gua terbentuk dengan downcutting dari lembah permukaan yang memotong lorong gua.
Sebagian lain terbentuk dengan proses yang komplek: upward stopping of cave passage, sinkhole collapse, atau perpotongan vertical shaft dengan lorong gua.
Swallow hole : pengertian ini dipergunakan untuk menandai tempat dimana aliran air menghilang menuju bawah tanah
Vertical shaft : pada bentuk ideal, merupakan silinder dengan dinding vertikal merombak perlapisan melawan inklinasi perlapisan.
Collapse : runtuhan
Karst Geomorphology and Hydrology (D.C Ford & P.W. Williams,1989)
The Science Of Speleology (G.T Warwick. Geomorphology and cave)
Dome pit (page 100):
Disebabkan oleh solution yang menuju keatas, di back up oleh air lipasan banjir pada chamber, terbentuk sepanjang joint utama. (Renault, 1952 a dan b).
(Maucci, 1952, 1958) menyebutnya erosi terbalik (inverse erosion).
Karst Landform (Marjorie M. Sweeting, 1972)
Faktor-faktor yang mempengaruhi bentukan lorong gua (133):
- Bentuk kapilaritas primer
- Karakter petrologi dan kimia batugamping
- Struktur batugamping, seperti dip, joint, dan fault, dll
- Tipe dan banyaknya aliran air yang melewati lorong (phreatic atau vadose)
- Fisiografi kawasan regional
- Pengaruh perkembangan gua sebelumnya, yakni sejarah gua
- Iklim dan variasi iklim masa-masa sebelumnya
- Pengaruh deposit gua.
Cave collapse and breakdown:
- Block breakdown : Tipe runtuhan biasanya pendek dimensi untuk horisontal, cenderung vertikal, bertingkat, arah terrentang naik kearah tension dome. Runtuhnya atap atau dinding gua secara besar-besaran, ditandai dengan hasil runtuhan berbentuk blok yang persegi.
- Slab breakdown : Tipe runtuhan yang berada pada jarak horisontal yang panjang tetapi tingkat vertikal yang terbatas. Disebabkan oleh runtuhnya lapisan tunggal pada atap. Ketebalan irisan tidak beraturan tersebar sepanjang lorong gua.
- Plate breakdown : disebabkan oleh solution atau hilangnya tekanan plat tipis batugamping.
- Chip breakdown : pada kasus ini hanya satu fragmen kecil yang runtuh , satu bagian yang flat dan berbentuk serpihan pecahan.
Identifikasi pencirian adanya mulut gua dari interpretasi peta topografi, foto udara:
- pola aliran yang terputus, baik aliran periodik maupun aliran semua musim. Bentuk : Swallow hole (hilangnya aliran sungai / air), resurgence (tempat munculnya kembali aliran air ke permukaan, bisa sungai, bisa spring (sumber air /mataair). Ciri morfologi permukaan: dari peta topografi atau foto udara terlihat aliran sungai yang terputus. Untuk swallow hole, aliran air masuk menghilang kebawah permukaan tanah melewati mulut gua. Untuk resurgence dan spring, aliran air muncul dari bawah tanah melewati mulut gua.
- scarp, escarpment. Bentuk : resurgence, spring, fosile, Ciri morfologi permukaan : adanya tebing akibat sesar.
- pothole, shaft, domepit. Dapat diidentifikasi di lapangan, foto udara. Bentuk : lobang sumuran, celah vertikal. Ciri morfologi permukaan : tidak tentu.
- closed depression (uvala, cockpit, doline/ sinkhole). Bentuk: lembah-lembah karst yang tertutup
- vegetasi lebih lebat atau dengan jenis tumbuhan yang berbeda dengan vegetasi endemis disekitarnya.
- kelelawar, burung sriti, burung walet yang menuju atau dari satu titik daerah tertentu.
Identifikasi pencirian adanya mulut gua dari peta geologi:
- Litologi pada jenis batu gamping klastik nan klastik
- Struktur geologi yang terlihat nyata (sinklin, antiklin)
- Struktur kekar, lapisan, fault regional.
Identifikasi pencirian adanya mulut gua dari informasi orang lain:
- Pendeskripsian mengenai apa yang disebut "gua" kepada orang yang dimintai informasi - Mengerti istilah yang dipakai penduduk sekitar (luweng, song, jumbleng, gua, goa, guha, umbul, leang, goffre, grotte, cave, al kahfi, shaft, dll
Medan pada gua horisontal sangat bervariasi, mulai pada lorong-lorong yang dapat dengan mudah di telusuri, sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya.
a. Lumpur.
Lorong yang berlumpur dapat dengan mudah kalau lumpur tersebut tidak terlalu tebal. Tapi dalam kondisi lumpur setinggi lutut bahkan sampai setinggi perut, kita tidak mudah untuk melaluinya.
Untuk melewatinya kita bergerak dengan posisi seperti berenang. Dengan posisi seperti ini akan lebih mudah bergerak dan menghemat tenaga.
b. Air.
Untuk kondisi lorong gua yang berair. terutama gua yang belum pernah di masuki kita tidak mengetahui kedalaman air dan kondisi di bawah permukaan air, untuk itu kita harus mengetahui prosedur dan mempunyai fasilitas pendukung.
Syarat utama untuk melewati lorong yang berair adalah harus bisa berenang. Tetapi dengan kondisi lorong yang serba terbatas, teknik berenang dalam gua berbeda dengan berenang di kolam renang. Di sini kita memakai pakaian lengkap, sepatu bahkan mungkin membawa beban yang cukup berat.
Pembagian team juga harus di sesuaikan, untuk leader ia tidak boleh membawa beban berat, karena leader harus membuat lintasan dan mempelajari kondisi medan.
Dalam kondisi tertentu kita menggunakan pelampung, perahu karet terutama untuk lorong yang panjang dan berair dalam.
Ada juga lorong yang hampir semua di penuhi oleh air hanya ada ruangan sedikit yang tersisa. Untuk melewatinya kita harus melakukan DUCKING ( kepala menengadah). Kadang-kadang kita harus melepas helm untuk menambah ruang gerak kepala. Dalam kondisi tertentu kita melakukan ducking dengan jongkok, bahkan dengan berbaring kalau badan tidak dapat masuk seluruhnya.
Diving, adalah teknik penyelaman dengan alat bantu pernafasan dan pakaian khusus. Teknik ini di lakukan pada lorong yang seluruh bagiannya tertutup oleh air (sump, siphon). Untuk perbandingan resiko kematian di cave diving adalah 60% tewas. Sedang resiko caving 15 %. Dengan melihat perbandingan resiko kematian yang besar ini kita di tuntut untuk ekstra hati-hati, seyogyanya tidak meneruskan penelusuran jika tanpa alat pendukung yang standart.
c. Climbing.
Dalam suatu penelusuran gua terkadang kita menjumpai adanya water fall ataupun lorong yang terletak di atas kita. Untuk dapat meneruskan penelusuran kita harus menggunakan teknik-teknik Rock Climbing. Seperti memasang pengaman sisip dan bor tebing untuk pembuatan lintasan, yang melakukan adalah leader dan kemudian anggota yang lain melewatinya dengan SRT. Teknik rock climbing harus bisa di lakukan pada kondisi medan seperti :
* Aliran air yang deras dan kita tidak mengetahui kedalamannya.
* Gua yang berbentuk celah dan menyempit bagian dasarnya
* Sungai besar atau danau yang dalam.
* Pemasangan rigging pada waterfall.
* Menghindari calcite floor atau oolith floor.
Banyak cara yang dilakukan orang untuk menghilangkan stres. Dari mulai jalan-jalan ke pantai hingga melakukan aktivitas membahayakan yang bisa mengancam jiwa. Misalnya hobi caving atau menjelajahi gua yang banyak digeluti para pencinta alam.
caving adalah pekerjaan sekaligus hobi yang bisa menjadi candu dan melepaskan stres sekaligus. Sejak tahun 2000 saya bergabung di organisasi MAHACALA (Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Haluoleo) sekadar untuk petulangan saja
. Saya mulai menyukainya kegiatan ini sejak tahun 2001 di mulai dari ekspedisi pengambilan nomor di Wawonii (Sultra)
Lambat laun aktivitasnya itu membuat saya semakin menyukai alam goa dan mulai mempelajari teknik caving seperti single rope technique (SRT), rescue vertical, mapping sebagai modal dasar untuk mendukung kegiatan penelitian di gua.
Banyak hal yang membuat saya menjadi kecanduan pada hobi menjelajah goa. Mulai dari pengenalannya dengan kehidupan hewan gua, hingga keindahan ornamennya.
"Terutama tantangannya di mana kita harus pandai manjat, bisa berenang, bisa mendaki gunung, bisa orientasi medan, bisa peta kompas, sampai menyelam semua ada di caving. Itulah yang bikin saya ketagihan, dimana semua itu bisa melupakan segala masalah dan merasa terlahir kembali setelah merasakan gelap, dingin, lembab serta suara tetesan air dalam gua itu. "Dari caving saya banyak belajar tentang hidup dan juga bisa mengukur sejauh mana kemampuan saya serta pengalaman caving telah memberikan banyak pelajaran untuk menjadi lebih mandiri, berjiwa sosial tinggi, mampu beradaptasi dengan cepat, dan mampu menjadi quick decision maker di saat menghadapi kondisi yang tak terduga.
Sebagai olahraga sekaligus hobi yang menantang maut, caver haruslah terus waspada selama menjelajah.
Beragam peralatan haruslah mereka miliki sebelum memasuki wilayah tujuan, seperti helm dengan penerangan, sepatu boot khusus, baju mudah kering (cover all), senter kedap air, perahu karet, single rope tali khusus sejenis webbing atau karmantel, dan makanan yang berenergi tinggi seperti gula merah.
"Yang terpenting adalah kita harus memiliki etika ber-caving yaitu take nothing but pictures, kill nothing but time, leave nothing but footprints, dan cave softly," jelas Cahyo.
caver pemula harus memiliki pengetahuan dasar bagaimana menelusuri gua horisontal yang aman, jangan pernah masuk gua di musim penghujan. Para penjelajah gua juga harus mengetahui karakteristik gua yang akan dimasukinya, memiliki keterampilan tali-menali (simpul), teknik penelusuran vertikal dengan SRT, dasar-dasar vertical rescue (self rescue) ataupun rescue terpadu.
Pengetahuan tersebut untuk menghindari risiko kecelakaan yang kemungkinan besar bisa terjadi. Di Indonesia banyak kecelakaan hingga meninggal dunia ketika aktivitas caving dilakukan. patah tulang karena terjatuh atau cedera tubuh biasanya menjadi risiko yang harus dihadapi para petualang gua ini. Mereka juga harus waspada terhadap berbagai binatang yang biasanya ada di luar mulut gua seperti ular kobra, kalajengking, dan ikan lele.
"Yang terpenting kita mesti menjalani semuanya sesuai prosedur, maka semuanya dipastikan akan aman-aman saja,"
Cara caver ini juga tergabung dalam berbagai komunitas caving yang ada di Tanah Air saat ini seperti Subterra Community, Hikespi (Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia), Indocavers Indonesia, forum karst Gunung Sewu atau Penggiat Speleologi Sultra (PS2)
Pada ajang inilah biasanya mereka juga membahas tentang menjaga kelestarian gua, dan upaya menjadikan gua sebagai tempat tujuan wisata.
"Keberadaan komunitas dan juga klub ini selain untuk ajang kumpul-kumpul juga untuk membatasi kerusakan alam yang bisa ditimbulkan dari para pencinta alam yang tidak bertanggung jawab,"
Penelusuran gua, sekalipun dilakukan dengan hati-hati tetap dapat membahayakan gua dan isinya. Bagaimana solusi terbaiknya? Satu rangkaian penggunaan gua oleh manusia dapat diringkas kurang lebih adalah sebagai berikut: penggunaan gua oleh masyarakat lokal - penjelajahan oleh speleologiwan - peningkatan kunjungan gua sebagai kegiatan caving rekreasi - penelitian ilmiah - penipisan sumber daya fisik dan biologi - dan akhirnya perlindungan terhadap apa yang tersisa.
Pemadatan sedimen dan pengeruhan air
Rencana konservasi gua harus mempertimbangkan dampak pengunjung terhadap fauna bawah tanah. Dampak biologis dari kunjungan gua yang berulang kali, jauh lebih berbahaya daripada pengaruh fisik yang berupa pemadatan sedimen, pengotoran flowstone dan erosi. Banyak binatang gua yang binasa oleh sepatu boot penelusur gua, bahkan belakangan penelusur gua tersebut tidak mengetahui keberadaan binatang-binatang tersebut. Kunjungan berulang kali memadatkan sedimen dan menghilangkan habitat potensial dan dapat menghasilkan peningkatan aliran air serta erosi aliran-aliran kecil di turunan-turunan pada flow stone dan dripstone.
Longsoran sedimen akibat dilewati oleh caver, dapat masuk kedalam air sehingga mencekik fauna yang hidup atau hidupan lain yang ada di dalam air tersebut. Sedangkan fauna aquatik ini sangat besar pengaruhnya terhadap ekosistem gua.
Perhatikan!! Anggap saja bahwa tim anda sedang memasuki gua yang "perawan". Di suatu lorong yang berlumpur tebal (katakanlah lebih dari 30 cm), sehingga jalanpun susah. Dan di lumpur ini seringkali dijumpai fauna terestrial (fauna daratan), sampai berukuran milimeter. Di salah satu atau beberapa bagiannya terdapat saluran air atau parit-parit kecil. Di jalur air ini, biasanya lumpur lebih padat sehingga lebih mudah dilalui. Namun di air ini pula hampir selalu hidup fauna aquatik yang tidak dapat hidup di lumpur disekitarnya, ukurannya pun juga sangat kecil. Jalur mana yang anda pilih untuk melewati lorong ini?
Jalur yang pertama kali dilewati oleh penelusur pertama, cenderung untuk diikuti oleh kunjungan berikutnya. Maka, jika anda spesialis gua "perawan", harap berhati-hati dalam menentukan jalur penelusuran!!!
Masuknya Energi Tambahan
Masuknya sumber energi tambahan kedalam gua adalah salah satu cara dimana caver (penelusur gua) dapat merubah ekosistem gua secara drastis atau pelan-pelan. Sementara, banyak gua yang flora atau faunanya dapat bertahan hidup karena energi yang ada di dalam gua rendah dan konstan. Sebagian lain membutuhkan energi lebih besar. Dan ini bisa terbawa masuk oleh caver.
Caver dapat memanaskan lingkungan gua dengan panas tubuhnya sendiri, sehingga ini menyediakan energi tambahan dari kondisi semula. Di Gua Remouchamps, Belgia, satu rombongan wisatawan terdiri dari 87 orang, telah menaikkan suhu udara gua 1,5°C selama kunjungan lima menit (Merenne-Schoumaker 1975).
Sumber energi tambahan, dapat dihasilkan dari sisa-sisa makanan caver. Disarankan bahwa setiap caver membawa lembaran plastik, dimana caver duduk diatasnya saat dia makan. Di sekitar tubuh caver akan tersebar sisa-sisa atau remah makanan - coklat, biskuit, tetesan - yang mewakili peningkatan ketersediaan energi di dalam gua. Hal-hal ini menjadi tempat yang potensial untuk kolonisasi jamur dan bakteri, atau mekanan fauna gua.
Penelusur gua juga harus memilih jenis pakaian yang dikenakan. Sweaters dan jenis lain yang menghasilkan bulu tidak boleh dipakai sebagai pakaian lapis luar. Di lorong yang sempit, pakaian semacam itu akan meninggalkan serabut kecil dan bulu yang asing terhadap lingkugan gua
Racun
Pembuangan karbit adalah sarana yang potensial untuk membunuh fauna gua, terutama gua dengan sistem energi rendah dimana menghasilkan reaksi sisa selama beberapa minggu. Karbit kalsium bereaksi menghasilkan gas asetilene dan kapur. Dan mungkin dapat berisi unsur lain seperti sulfit dan logam tertentu. Senyawa ini dapat terlepas ke aliran gua atau air bawah tanah dan mengotorinya. Beberapa gua di Taman Nasional Sequoia dan Kings Canyon di Amerika, penelusur gua tidak boleh menggunakan lampu karbit sebagai penerangan.
Disamping itu, di beberapa gua di Taman Nasional tersebut, pengujung juga dilarang membawa segala macam bentuk tembakau. Termasuk rokok, cerutu, tembakau sedot, dan tembakau kunyah
Kerusakan ornamen
Beberapa gua memiliki area "tidak boleh ada sepatu" yang mana melewati bentukan gua yang lembut. Kaos kaki wool dapat menyebabkan masalah yang sama di area ini dan tidak boleh dipakai sebagai lapisan terluar saat berjalan pada flowstone atau rimstone.
Gua lain mungkin mengharuskan cavers harus menggunakan boot dengan sol ringan
Jika melewati bagian lantai yang halus dan sensitif, jika perlu jalur dialasi dengan lembaran plastik.
Gua adalah lingkungan yang unik dan rentan, untuk itu harus dikonservasi secara aktif jika mungkin dipelihara sesuai dengan kondisi aslinya. Alasan dari kerentanannya adalah bahwa membutuhkan banyak waktu untuk membentuk suatu fitur, sebuah formasi kalsit yang dirusak caver yang kikuk dapat membutuhkan waktu ribuan tahun untuk perbaikan.
Bagaimanapun, bentukan bukan satu-satunya di dalam gua yang harus dilindungi, Fauna & Flora (binatang (termasuk kelelawar), pakis, jamur, dll) cenderung sungguh jarang dan dalam beberapa kasus mungkin hanya didapati pada satu gua tau kelompok gua. Banyak gua mengandung peninggalan arkeologi, baik manusia dan tumbuhan atau fitur penting (tentu saja tambang adalah fitur sejarah itu sendiri).
Kerusakan eksternal dapat dikurangi oleh caver yang memiliki hubungan baik dengan pemilik tanah, dan dengan rasing profile dan pengetahuan tentang gua.
Kerusakan internal dapat dicegah dengan mengikuti guidaline konservas dasar, dan dengan penggunaan pengamatan yang baik dan common sence whilst moving through the cave. Konservasi tidak hanya penting di dalam gua tetapi juga diluar, harus berhati-hati untuk menanamkan 'aturan daerah' (misalnya menghindari perusakan pagar dan dinding, jangan menjatuhkan sampah (dan ambillah jika anda menemukan), keep resonably quite, jangan tutup pintu dengan mobil, dll) dan ikutilah perjanjian akses ke gua. Dengan mengikuti peraturan umum dan sederhana anda dapat menjaga gua hal, melindungi lingkungan gua yang lembut untuk generasi mendatang dan melindungi akses untuk caver jaman sekarang.1. Sejarah Penelusuran Gua
2. Speleologi Modern dan Perkembangannya di Indonesia
Speleologi berasal dari kata Spelaion (Gua) dan Logos (Ilmu) dalam bahasa Yunani. Arti umumnya adalah Ilmu Mengenal Gua namun secara khusus diartikan sebagai Ilmu Riset Dasar yang mempelajari lingkungan gua dan aspek ilmiah yang ada di dalamnya. Bidang ini menyangkut banyak cabang ilmiah dari bidang sains yang lain seperti Biologi (mikrobiologi), Geologi, Kimia, Meteorologi, Anthropologi, Arkeologi, Minerologi, Sedimentologi juga bidang ilmu yang bersifat sosial seperti Ilmu Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, Turisme bahkan Mistik dan Legenda.
Di Indonesia baru ada pada pertengahan dekade 70-an. Diperkenalkan oleh dr. Robby Ko King Tjoen DV. melalui media massa. Tahun 1979 bersama Norman Edwin (Alm.) mendirikan SPECAVINA club Caving pertama di Indonesia. Setelah bubar pada awal dekade 80-an maka pada Tanggal 23 Mei 1983 dr. Robby mendirikan HIKESPI (Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia) yang mendapat pengakuan Internasional dengan terdaftar di UIS (Union Internationale de Speleologie - anggota Kelompok F UNESCO) dengan nama FINSPAC (Federation of Indonesian Speleological Activities). Dan dari Pemerintah RI (terdaftar di LIPI sebagai organisasi afiliasi profesi ilmiah) sebagai satu-satunya organisasi yang mewadahi semua kegiatan speleologi di Indonesia secara resmi.
3. Macam dan Fungsi Gua
Pengertian gua adalah "suatu lorong bentukan alamiah di bawah tanah yang bisa dilalui oleh manusia, yang hanya bisa dilalui hewan saja disebut gua mikro". Dalam hal ini yang dimaksud adalah gua alam, namun ada juga gua buatan manusia seperti tempat perlindungan perang dan lain-lain. Gua alam dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan letak dan batuan pembentuknya, yaitu :
Fungsi gua :
4. Apakah Speleologi Itu ?
Pengertian Kata Speleologi adalah Ilmu mengenai gua atau ilmu yang mempelajari tentang lingkungan gua dan membahas berbagai aspek fisik dan biologisnya. Sedang caving adalah kegiatan penelusuran gua. Secara umum menurut ketentuan internasional, setiap kegiatan penelusuran gua harus mempunyai tujuan ilmiah dan konservasi (berlaku untuk gua alam bebas). Sedangkan bila untuk tujuan wisata maka hanya diperkenankan pada gua-gua khusus yang telah dibuka sebagai obyek wisata dan telah dikelola secara profesional, lintas sektoral dan terpadu.
5. Etika Penelusuran Gua
5. Kewajiban
6. Bahaya-bahaya
Survival dalam caving tidaklah dimungkinkan, oleh karena itu kecelakaan di dalam gua selalu berakibat fatal. Karena dilakukan dalam keadaan gelap total maka tingkat kesulitan dan resiko setiap aktifitas adalah 2 kali lipat daripada di luar gua. Apalagi di Indonesia belum ada (belum mampu) membentuk suatu tim rescue (SAR) gua baik secara lokal maupun nasional walaupun telah banyak gua dibuka sebagai obyek wisata. Di luar negeri fasilitas SAR adalah sarana mutlak bagi penyelenggaraan suatu obyek wisata gua.
NSS USA menyebutkan usia minimum penelusur gua (profesional dan amatir) adalah 20 tahun sebagai batas psikologis (kecuali beberapa gua wisata khusus mengijinkan siswa SD masuk). Alasan utamanya karena 90% kejadian kecelakaan menimpa mereka dengan klasifikasi "Young (Teenager) Male Unafiliated Novice" (Remaja/anak laki-laki belasan tahun yang tidak terlatih dan tidak terdaftar pada kelompok speleologi resmi). Namun di Indonesia tidak ada ketentuan batasan umur, bahkan di daerah tertentu seperti di Karang Bolong Jawa Barat remaja belasan tahun telah memasuki gua untuk menambang kapur atau sarang burung walet dengan peralatan tradisional. Maka jelas sekali bahwa kestabilan emosional dan keterlatihan/keterampilan yang memadai adalah syarat utama keselamatan penelusuran. Bahkan secara internasional syarat keterampilan ini seharusnya dinyatakan dalam bentuk sertifikasi yang dikeluarkan melalui kursus / pelatihan resmi oleh Federasi Speleologi setempat (di Indonesia adalah HIKESPI).
Oleh karena itu tidaklah berlebihan apabila kalangan penelusuran gua memiliki motto keselamatan "SEDIA PAYUNG SEBELUM MENDUNG" sehingga tidak cukup bersiaga dikala ada gejala bahaya namun justru jauh sebelum itu. Maka estimasi perubahan situasi harus senantiasa diperhatikan. Tingginya jam terbang, pengetahuan, keterampilan dan senioritas tidak cukup dijadikan patokan keamanan karena apa yang bakal dihadapi di dalam gua tidak seorangpun dapat memastikan. Etika pencegahan kecelakaan adalah :
Formulir ini diberikan kepada pejabat dan instansi berwenang setempat dan ditempel di kaca mobil.
Macam-macam bahaya :