Showing posts with label Artikel Goa. Show all posts

gravatar

tabel PEMETAAN

kalw teman2 pengen membuat tabel olah data greed 5B pemetaan goa terstandarisasi lihat dibawah ini

kalaw berguna kasih komen yah

gravatar

Grade Pemetaan Goa

Peta gua yang dibuat memiliki tingkatan sesuai dengan derajat ketelitian saat survey dilaksanakan. Oleh BCRA, tingkatan survey dibagi menjadi 6 grade ditambah 1 grade khusus. Derajat ketelitian berdasarkan keakuratan pengukuran, detail, teknik yang digunakan, peralatan yang digunakan. Pembagian Grade Survey Center Line standard BCRA (sumber Surveying Cave, Bryan Ellis, 1970) adalah sebagai berikut: PEMBAGIAN TINGKATAN SURVEY BERDASARKAN SURVEY CENTER LINE OLEH BCRA(British Cave Researche Association) Catatan: Organisasi caving, dan lainnya, yang mereproduksi Tabel 1, 2, dan 3 dalam publikasi mereka, ijin dari BCRA untuk mereproduksi ketiga tabel tersebut tidak diperlukan Grade 1 Hanya membuat skets dengan akurasi rendah, tanpa membuat pengukuran. Grade 2 Digunakan jika diperlukan, untuk menggambarkan perantaraan dalam akurasi antara Grade 1 dan Grade 3. Grade 3 Survey magnetik kasar. Sudut horisontal dan sudut vertikal diukur dengan dengan peralatan, derajat kesalahan ? 2,5?. Alat ukur jarak dengan kesalahan ? 50 cm, kesalahan posisi stasion kurang dari 50 cm. Grade 4 Dapat digunakan jika diperlukan, untuk menggambarkan survey tidak sampai ke Grade 5, tetapi lebih akurat daripada Grade Grade 5 Survey dengan peralatan magnetik. Akurasi sudut horisontal dan vertikal ? 1?. Akurasi pengukuran jarak ? 10 cm. Kesalahan posisi stasiun kurang dari 10 cm. Grade 6 Survey dilakukan dengan lebih akurat dari grade 5. Grade X Survey berdasarkan diutamakan menggunakan theodolite sebagai pengganti compas. Catatan: Tabel di atas merupakan ikhtisar dan ditujukan sebagai peringatan, bahwa grade survey yang ditunjukkan di atas harus dibaca bersama-sama dengan penambahan keterangan dalam dalam buku "Surveying Cave". Untuk lebih jelasnya lihat keterangan berikut di bawah. Pada semua kasus harus mengikuti tujuan dari definisi dan tidak hanya yang terbaca saja. Batas akurasi, digunakan dalam pendefinisian, artinya adalah pendekatan hasil terhadap harga sebenarnya, tidak boleh dikacaukan dengan pengertian presisi yang mana pendekatan jumlah dari hasil ulangan masing-masing, dengan mengesampingkan keakuratannya. Untuk mencapai grade 3 perlu menggunakan clinometer pada lorong yang mempunyai kemiringan. Peralatan perlu dikalibrasikan lebih dahulu untuk mencapai Grade 5. Untuk Grade 6 perlu menggunakan compas yang dapat melewati batas akurasi, misalnya ? ??, begitu pula untuk clinometer. Keakuratan jarak dan posisi stsiun kurang dari 2,5 cm dan perlu adanya tripod untuk kedudukan peralatan magnetik (compas dan clinometer). Untuk Grade X harus dimasukkan dalam catatan yaitu gambar dan tipe instrumen serta teknik yang dipakai. Bersamaan dengan perkiraan keakuratan dibandingkan dengan Grade 3, 5, atau Grade 2 dan 4 dipakai pada saat survey dilaksanakn menemui kondisi yang menyebabkan survey dengan tingkat yang lebih tinggi terhalangi, dan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan survey lagi dimasa mendatang. Publikasi ulang tabel di atas harus selalu disertai dengan catatan ini. + Klas A semua detail dibuat berdasar hapalan luar kepala + Klas B detail lorong dicatat dalam gua berdasar perkiraan + Klas C detail lorong diukur pada stasiun survey + Klas D detail diukur pada stasiun survey dan antar stasiun Kombinasi Grade dan Klasifikasi direkomendasikan : - Grade 1A - Grade 3B/ 3C - Grade 5C/ 5D - Grade 6D - Grade XB, XC,atau XD Derajat pengukuran ini harus diusahakan sejak dua stasiun pertama, karena kesalahan akan bersifat komulatif, makin jauh dari titik awal, semakin besar pula kesalahan yang terjadi. Grade 3 Direkomendasi jika menggunakan alat ukur magnetik kasar. Misal kompas saku (Suunto MC-1 mirrors) dan clinometer swakarya. Jarak dapat diukur dengan pita ukur, menghitung langkah atau panjang tubuh. Grade 5 Type survey ini adalah yang paling banyak dilakukan. Karena merupakan survey yang cukup akurat dengan waktu yang memungkinkan. Survey direkomendasikan menggunakan leap frog method dan lokasi stasiun survey menggunakan batu atau bentukan lain. Alat : Kompass : Suunto tipe KB 14/360 RT Alternatif : liquid-filled prismatic compass (misal kompas militer Mark III atau tipe 06A), Sylva tipe 7NL. Clinometer : Suunto tipe PM5360PCT Alternatif : Abney level atau Watkin (mirror) Pita ukur dari bahan fiber, panjang maksimum 30 m Grade 6 Digunakan oleh para spesialis. Grade ini memenuhi keinginan untuk mendapatkan akurasi tinggi dalam survey. Tripod yang digunakan untuk kompas dan clinometer untuk meminimalkan kesalahan posisi stasiun. Grade X Penggunaan grade X pada survey gua biasanya pada perencanaan usaha-usaha pengembangan atau eksploitasi gua. Gambar grafik probabilitas kesalahan survey (Menurut Bryan Ellis) Banyak metode lain yang dilaksanakan, namun dengan menggunakan standard yang umum dipakai ini, akan lebih mudah diketahui kualifikasi dan standart peta yang dihasilkan. Dengan pencantuman grade pada peta yang dibuat, maka pembaca peta yang juga surveyor gua akan mengetahui alat dan metode survey yang digunakan. Sekaligus pertanggung jawaban atas survey yang telah dilaksanakan dan peta yang dihasilkan. Tetapi yang paling banyak digunakan adalah standar 5B dan 4. Yang menjadi pertimbangan atas hilangnya keakuratan antara pencatatan survey sampai ke penyelesaian peta datang dari dua hal, yaitu pada waktu pengolahan data dan penggambaran peta.

gravatar

Prinsip Umum Pemetaan Goa

Jika survai/ pemetaan gua dilakukan sendirian, hal ini berarti sama sekali tidak ada kesempatan untuk melakukan hal yang terbaik, maka untuk itu harus membutuhkan bantuan dari orang lain. Sehingga kegiatan survai seharusnya dilakukan oleh sebuah tim yang terlatih.

Tim survai harus tidak kurang dari dua orang, biasanya tiga atau empat orang. Kelompok yang berjumlah tiga orang dapat dibagi perkerjaan sebagai berikut: satu orang bertugas pada pembacaan instrumen, orang kedua (tulisan paling rapi dan paling artistik) untuk merekam gambar dan membuat skets, orang ketiga membawa ujung pita ukur dan berfungsi sebagai general factotum.

Ada tiga jenis pekerjaan lapangan:
1) pengukuran centre line survai,
2) merekam penampang, detail bentuk lorong, dll, dan
3) detail permukaan diatas gua.

Alternatifnya, jika surveyor mempunyai seorang pembantu, seorang membawa ujung pita, sementara yang lainnya membaca instrumen dan menyelesaikan berbagai tugas yang diperlukan.

Sebelum mulai perjalanan survai, surveyor harus memastikan bahwa tiap asisten mengetahui apa yang diharapkannya dari mereka, dan bagaimana mengerjakannya. Apakah seorang pembaca instrumen telah akrab dengan alatnya dan apakah dia mengerti persis macam apa saja yang diharapkan pada tiap pembacaan? Apakah semua anggota kelompok mengerti pembicaraan yang digunakan untuk batasan istilah 'kiri', 'belakang' dll? Perhatian terhadap hal-hal kecil seperti ini akan menghindarkan diri dari kegagalan dan kesalahan.

Lembar rekaman survey

Metode untuk merekam informasi di dalam gua, tergantung pada selera dan pengalaman. Tiap surveyor akan mencari cara dengan metodenya sendiri. Hal ini menyebabkan penggunaan buku catatan lebih disukai (Brook, 1970) tetapi secara umum lebih baik menggunakan lay out berbentuk tabel pada lembaran kertas bebas. Dalam bentuk ini, jika ada kehilangan data dengan mudah diketahui dan tidak ada keraguan mengenai tiap bentuk data.

Lembar-lembar lepas dapat tertukar pada saat basah atau berlumpur. Ada satu contoh lembar rekaman yang layak untuk digunakan untuk setiap tipe survey, namun terkadang untuk survey yang lebih sederhana, beberapa kolom tidak diperlukan.
Paling tidak separuh halaman lembar harus dibiarkan kosong untuk skets dan catatan, dan sekitar 6 stasiun pada halaman adalah jumlah yang cukup. Ada surveyor yang menggunakan satu lembar tiap satu tahap survey, tetapi hal ini boros kertas dan akan kehilangan skets yang menerus.

Center Line

Rangka dari garis survey merupakan pengambilan data pengukuran sepanjang garis menerus gua. Tiap satu garis antar stasiun survey disebut dengan LEG. Tiap leg diukur: panjang, arah dan perubahan tinggi, sehingga menjadi bentuk kerja pengukuran pita ukur,kompas dan clinometer. (Clinometer adalah pengukuran sudut kemiringan sepanjang leg; perubahan tinggi dihitung dari sudut itu dan jarak).

Ada dua metode dasar pembacaan yang dapat dipakai:

The Forward Method, dan Leap Frog Method.
Dari dua metode tersebut, metode leapfrog lebih akurat dan juga lebih cepat, jadi metode ini dianjurkan dipakai bila kondisi memungkinkan.
Pada kenyataannya, lebih cenderung disukai untuk pembacaan berderet pada arah yang sama, bahkan sekalipun pada saat sedang menggunakan dasar leap frog method. Survey pada centre line harus sangat akurat dan semua data yang diambil juga harus seakurat mungkin.

Pada waktu mengerjakan survey yang akurat, tim dengan tiga orang akan bekerja dengan cara: Target disiapkan pada stasiun pertama dan tapeman berdiri di sana membawa ujung pita ukur sementara dua yang lainnya bergerak sepanjang lorong untuk memilih tempat yang menjadi stasiun kedua, membuka gulungan pita kemana mereka pergi. Stasiun ujung ditentukan dengan jangkauan dari pita ukur, biasanya oleh belokan lorong. Dipilih dalam jangkauan pandangan dari stasiun pertama dan maksimum adalah pandangan terjauh sepanjang lorong. Dan juga harus memungkinkan untuk pembacaan instrumen terhadap arah dari stasiun.

Setelah memilih posisi, surveyor menarik kencang pita ukur dan membaca jarak miring dari dua stasiun, kemudian menyebutkannya kepada perekam.

Surveyor kemudian membaca kompas diikuti dengan clinometer, dari stasiun kedua ke stasiun stasiun pertama, dan direkam. Tapeman sekarang mengambil target, dan memberikan ujung pita, bergerak melewati stasiun ke dua dan sepanjang lorong sebatas jangkauan menemukan tempat yang memungkinkan menjadi stasiun ketiga. Pemilihan ini menggunakan kriteria yang sama seperti pada stasiun kedua, kecuali bahwa tidak ada pembacaan instrumen yang diambil dari sini yang terlalu memerlukan terakses. Kemudian pengukuran diambil, surveyor tetap di stasiun kedua dengan instrumen di lokasi yang sama namun menghadap ke arah yang berlawanan. Jika sudah lengkap, giliran surveyor dan perekam data untuk lompat katak melewati stasiun ketiga menuju stasiun keempat. Pembacaan diambil terhadap stasiun ketiga, dan seterusnya. Saat pembacaan kompas tidak dapat akurat karena posisi stasiun tertentu lebih tinggi dari lainnya. Dan untuk itu pada situasi ini, pada praktek, untuk mengukur lengan vertikal.

Pembacaan maju diambil pada stasiun, kemudian perletakkan berikutnya vertikal ke atas atau ke bawah menggunakan pita ukur, seperti plumbingline, Gb 5. Sebagaimana tidak adanya perubahan posisi horisontal antar dua stasiun hanya dibutuhkan pengukuran jarak. Teknik ini seharusnya digunakan pada pitch-pitch ladder tetapi hal ini penting untuk memastikan bahwa ladder baja cukup jauh untuk tidak mempengaruhi kompas, dan cukup jauh dari dinding untuk dapat menggantung vertikal.

Pada satu saat survey sangat penting terjadi pada sebuah sump. Jika layak lurus maju, pita ukur dapat diambil langsung dan diukur jarak antar stasiun. Pengukuran kompas diambil sepanjang garis pita dan seharusnya tiap akhir pengambilan mengecek kelurusan pita. Pengukuran tinggi stasiun seharusnya diambil yaitu menggunakan level air sebagai referensi. Sump yang lebih panjang dan lorong-lorong bawah muka air harus disurvey oleh diver.

Penting untuk menandai titik strategis dengan tanda sementara atau permanen, tergantung pada situasi. Titik ini pada pertemuan lorong dan pada akhir dari lorong untuk memungkinkan survey dikemudian hari keakuratan titik ikat asal.

Detail

Survey gua harus selalu terdiri lebih daripada hanya sekedar centre line; membutuhkan permukaan gua dapat ditampilkan dengan baik-isi sekitar kerangka. Sementara survey centre line adalah sains, sebagian besar dari perekaman detai adalah art dibantu dengan pengukuran.

Informasi yang diperlukan untuk detail dikumpulkan oleh perekam dibantu dengan bantuan anggota tim yang lain. Bersamaan dengan perjalanan survey dia harus merekam tinggi tiap stasiun di atas lantai dan tinggi atap diatas stasiun. Dia juga sebaiknya mengambar skets gua, pandangan tampak atas dan section sepanjang lorong. Pemilihan metode untuk skets muka lorong beragam tiap surveyor, tetapi lebih baik sama bentuknya dalam penggambaran akhir.

Walaupun tidak perlu susah-susah membutuhkan skala dan pendekatan arah, skets ini menjadi koreksi yang besar artinya. Sangat baik jika skets diambil saat pita masih terentang diantara dua stasiun sehingga data dapat diambil berdasar pada pita tersebut.

Dianjurkan setiap skets melingkupi nomer dari urutan lengan survey sebagai mana hubungan dari satu lengan ke lengan yang berikutnya dapat terlihat dengan lebih jelas. Pembuatan skets dibantu dengan pengukuran, dan direkam jaraknya dari dinding ke centre line, paling tidak tiap stasiun dan tiap saat tertentu jika lorong berubah bentuk atau ukuran. Lorong-lorong gua sangat jauh dari keteraturan bentuk, maka untuk menyeragamkan praktek, jarak dinding diukur sebaiknya diukur sebagai tipe lebar secara kasar setinggi mata penelusur gua sebagaimana saat dia melewati sepanjang lorong.

Perubahan-perubahan lebar lorong pada ketinggian yang berbeda ditampilkan dalam cross section didiskripsikan belakangan. Pengukuran-pengukuran harus dibuat pada sudut kanan terhadap akhir garis survey pada stasiun tersebut. (Dapat dibuat juga pada sudut kanan terhadap permulaan garis pada stasiun, diambil dari tiap pengamatan).

Pengukuran yang lain yang dapat tiap stasiun adalah LINE OF SIGHT DISTANCE dan dibuat dengan meneruskan garis lengan survey melewati stasiun sampai pertemuan dengan dinding. (Pengukuran ini hanya dapat terlaksana bila jaraknya memungkinkan). Garis-garis dari kedua lengan survey dapat diperpanjang pada tiap stasiun, tetapi perlu dikenal syarat-syarat yang pasti dari masing-masingnya, lihat Gb.6. Untuk lorong yang sangat lebar atau pada chamber, tidak memungkinkan untuk mengukur jarak dinding pada sudut kanan dari garis survey.

Metode alternatif adalah dengan membuat subsidiary station pada posisi strategis di dinding dan dan melakukan pembacaan kompas dan jarak terhadap masing-masing subsidiary stasion dari stasiun utama. Jika ada slope yang cukup besar (lebih dari 10�) diperlu pembacaan clinometer yang sangat baik. Dalam chamber yang sangat besar mungkin perlu untuk mengambil garis survey mengelilingi satu dinding dan garis lebih jauh dalam putaran balik mengelilingi dinding yang lain. Gb 7 memperlihatkan metode ini. Sekalipun pengukuran dibuat untuk c.l. harus seakurat mungkin, tetapi tidak perlu dilakukan untuk detail dan biasanya tidak membutuhkan pendekatan 20 atau 50 cm. Ini tergantung bagian skala dari penggambaran akhir dan dan kemudian skala harus dipertimbangkan sebelum survey dimulai.

Perekam data juga harus membuat skets dari cross section lorong, yaitu tepat pada sudut garis survey. Dibuat pada jarak tertentu, frekuensinya tergantung seberapa sering bentuk lorong berubah(bukan pada ukuran). Sebuah section sebaiknya khas terhadap sebuah lorong, bentuk lorong pada sebuah stasiun biasanya tidak spesifik (misalnya pada sebuah belokan), maka lebih baik memilih posisi di antara stasiun. Section ini seharusnya agak terinci dan menampilkan hubungan pengukuran.

Jika skala akhir diperbesar, 1/500 atau lebih, maka dibutuhkan untuk merekam detail lantai. Rata-rata surveyor tidak perlu untuk membuat detail interpretasi geologi, dan pada kasus lain seperti misalnya mengenai informasi khusus, tidak perlu ditampilkan pada survey biasa. Tetapi bagaimanapun juga, jalur arus air yang aktif harus selalu dapat ditampilkan, dan juga klasifikasi umum dari kelompok deposit tertentu, seperti misalnya lumpur, pasir, kerikil, stalagmite, dll. Seorang surveyor yang cukup berkompeten, dia mencatat keberadaan dan orientasi dari bentukan geologi seperti joint, tetapi informasi seperti itu tidak dapat ditampilkan pada sebuah survey biasa jika akhirnya tidak dapat digambar, untuk mudah dimengerti oleh penelusur gua kebanyakan.

Survey Permukaan

Setiap survey harus memasukkan referensi grid nasional (atau garis lintang dan bujur jika tidak ada grid nasional) dan ketinggian entrance; peta yang menunjukkan bentukan permukaan di atas gua sangat berguna dan penting. Beberapa informasi ini dapat dilihat dari peta Ordnance Survey (Survey Perlengkapan Perang) tetapi untuk lebih akurat dapat diukur sendiri oleh surveyor. Ketelitian kontur tidak dapat diandalkan untuk keakuratan altitude (lihat Bowser,1972), terutama pada peta yang tua sebelum digunakan metode photogrammetric, sebab posisi-posisi yang ada pada peta adalah hasil interpolasi.

Di daerah tanpa bentukan, perlu dilaksanakan survey untuk dapat menentukan tanda-tanda penting yang dapat memastikan lokasi presisi dari entrance atau bentukan permukaan yang tidak tertera dalam peta. Foto udara seringkali dapat membantu. Jika mungkin, survey permukaan sebaiknya mengunakan instrumen konvensional dan metode seperti level (waterpas) dan staff (tongkat), theodolite dan tacheometri, atau dengan plane table. Jika peralatan ini tidak tersedia, survey dapat menggunakan peralatan sebagaimana dalam gua.
Pada kasus ini, keingingan untuk menggunakan lengan survey yang sangat panjang harus dibatasi, harus dijaga agar jarak maksimum 30 m, dan jika memungkinkan, tripod dapat digunakan, paling tidak untuk menandai stasiun survey sekalipun instrumennya tidak terpasang.

Adanya kesalahan akan dibicarakan di belakang, tetapi yang paling penting dari semuanya adalah pencegahan kesalahan dengan kerja yang berhati-hati. Keterangan berikut ini dapat membantu:
  1. Tulislah semuanya dengan jelas dan sebesar mungkin Jangan merubah gambar. Jika ada kesalahan tulis, silanglah dan tulis kembali gambar yang benar.
  2. Titik desimal dapat dengan mudah hilang. Gunakan garis miring sebagai pengganti, misalnya 19/7 pengganti 19.7.
  3. Selalu gunakan tiga angka untuk pembacaan kompas dan dua angka untuk pembacaan clinometer, pakailah nol untuk awalan pembacaan jika perlu,
  4. Jangan menggunakan simbol Pecahan. Pada banyak kasus, hal ini sia-sia dan dapat menyebabkan kesalahan baca sebagai angka. Sertakan nomor penunjuk stasiun dalam lingkaran. 
  5. Mulailah lembar baru segera jika lembar yang digunakan basah.
  6. Letakkan nama dan alamat anda pada bagian depan buku untuk berjaga bila buku tersebut hilang.
  7. Surveyor sebaiknya meneriakkan pembacaannya kepada perekam data dengan memberikan arah dari hasil pembacaan instrumen, apakah pembacaan itu positif atau negatif (untuk clinometer), dan pengukuran dalam angka tunggal. Jadi dia harus mengatakan 'Clino belakang: minus nol lima',atau 'Jarak depan: tujuh koma tiga sembilan lima'.
  8. Ketika perekam data menulis hasil pengukuran, dia harus kembali membaca untuk surveyor apa yang telah dia tulis, apakah dia teringat yang telah diteriakkan.

gravatar

Geologi Goa

Batuan sedimen batugamping disusun dari sisa-sisa tumbuhan dan binatang yang menghasilkan kalsium karbonat sebagai bagian dari metabolismenya membentuk bagian utama dari batugamping. Komponen lainnya adalah dari pengendapan secara kimiawi atau oleh proses biokimia. Secara bersama-sama tersedimentasi pada dasar laut; dan hal ini tidak memilki karakter yang seragam diseluruh bagiannya, jadi batugamping bukan merupakan komposisi yang seragam. Jenis dari batugamping ini sangat tidak terbatas. Sederetan sejarah dari jenis sedimentasi adalah litifikasi, formasi batuan dari bentuk yang khusus. Hal ini melibatkan perubahan kimia yang komplek seperti halnya adalah sementasi dan rekristalisasi, silikafikasi dan dolomitasi: secara bersama-sama biasa disebut dengan istilah diagenesis. Gua-gua hanya dapat dibentuk dari batuan yang ter-litifikasi, dan jelas bahwa karakter sedimen semula dan sejarah diagenetik adalah faktor-faktor yang mengontrol lokasi sebuah gua.

Proses kelahiran sebuah gua biasa disebut dengan speleogenesis, dan fitur dari geologi sangat besar pengaruhnya disini.
Ada beberapa sistem pengklasifikasian batugamping (limestone). Sebagian tergantung kepada komponen perbedaan lingkungan formasi, perbedaan material komponen, perbedaan ukuran butir, perbedaan matrix, dan perbedaan perubahan diagenesisnya. Berbagai sistem klasifikasi tersebut memungkinkan untuk adanya derajat gradasi antar klasifikasi dan ada beberapa kelengkapan tambahan.

Adapun mineral dari batugamping adalah:



Calcite


CaCO3
Material strukturnya sebagian besar dari invertebrata laut dan merupakan komponen utama dari limestone. Mengkristal dalm sistem trigonal.


Aragonite



CaCO3

Material strukturnya dari moluska laut; terkadang terendapkan dalam air dangkal yang hangat. Mengkristal dalam sistem orthorhombic. Dibandingkan dengan kalsit, kestabilannya lebih rendah dan lebih mudah larut; seringkali merngkristal menjadi kalsit.


Dolomite



CaMg(CO3)2

Diketahui sebagai mineral sedimen primer, tetapi lazimnya hasil dari invasi sedimen kalsit oleh air asin yang kaya dengan magnesium yang menyebabkan rekristalisasi dimana dolomite menggantikan kalsit.


Chalchedony



SiO2

Material struktur mengadung silika dari sedikit invertebrata laut, khususnya Radiolaria. Keberadaan di batugamping biasanya sebagai flint dan nodul chert.



Kalsit diendapkan oleh suatu organisme yang secara umum memiliki kadar magnesium yang kecil terbatasi didalam kisi-kisi kristal. Kalsit yang mengandung besi dan mangaan pada umumny adalah berasal dari diagenetik dan much less common.

Apabila kita melakukan penelusuran dalam gua, kita tidak asing lagi dengn bentukan khas dan mempunyai daya tarik tersendiri karena bentuknya yang bermacam-macam dan unik. Biasanya adanya rekahan-rekahan yang terbuka menyebabkan air mudah meresap ke dalam lapisan batugamping, kemudian muncul pada langit-langit, dinding, serta lantai gua membentuk ornamen gua (speleothem) yang paling terkenal adalah stalactite dan stalagmite.

LITIFIKASI
Proses litifikasi adalah perubahan dari sedimen yang lentur menjadi batuan, pada kasus ini adalah batugamping yang normalnya dari kalsium karbonat terendapkan dalam ruang pori. Dan terbawa ke tempat terjadinya sementasi oleh pelarutan baik oleh air connate, yaitu air laut yang terjebak di sedimen awal, dan air tanah yang ada diwaktu belakangan.
Sementasi kalsium karbonat dapat diendapkan oleh salah satu dari tiga bentuk ini: coarsely crystalline spar, elongate fibres, atau sebagai micrite yang terbutirkan yang baik.

DIAGENESIS
Diagenesis memiliki arti yang lebih luas daripada litifikasi, juga termasuk perubahannya yang mengambil tempat dalam batuan yang menerima perpindahan magnesium dan silika, dll.

POROSITAS DAN PERMEABILITAS
Porositas didefinisikan sebagai total volume dari ruang udara antar partikel dalam massa; biasanya dinyatakan dalam prosen. Permeabilitas adalah kemampuan batuan untuk meluluskan air melalui batuan tersebut, biasanya dinyatakan dalam darcy (1 darcy adalah 1 cc cairan dengan kecepatan 1 centipoise melalui 1 cm2 luas bidang, sejauh 1 cm dalam 1 detik dengan perbedaan tekanan 1 atm antar unjungnya).

Permeabilitas primer adalah melalui pori dai batuan,sedangkan permeabilitas sekunder melalui kekar, sesar, atai gua hasil pelarutan (solution cavity).
Porositas dan permeabilitas di daerah batugamping sangat besar pengaruhnya terhadap pada proses bentukan gua. Untuk itu perlu sekali dipahami.

LAPISAN (BED) DAN BIDANG LAPISAN (BEDDING PLANE)
Bentuk dan keteabalan bed adalah faktor-faktor dalam speleogenesis.
Lapisan tipis dengan ketebalan tidak lebih dari 25-50 cm, mengadakan banyak bidang perlapisan, sedikit konsentrasi aliran, sehingga pengembangan gua menjadi terhalangi.
Lapisan yang tebal memiliki bidang lapisan lebih sedikit sehingga jumlah alirannya terbatas, dan bisa menyebabkan perkembangan gua dengan ukuran lebih panjang.

Gambar stratigrafi minor
STYLOLITE
Banyak bedding plane pada batugamping yang menampakkan ciri-ciri pelarutan tekanan yang dikenal sebagai stylolite. Jika sebuah material yang tidak dapat terlarutkan tersebar sepanjang bedding plane, pengaruh dari berat lapisan yang lebih muda adalah menekan lapisan bersama-sama. Dibawah tekanan yang demikian itu kalsium karbonat yang kontak dengan butiran kwarsa dapat terlarutkan, dan pelarutan yang semacam itu secara istimewa diatas puncak butiran dan dibawah satu sama lain. Hasil jaringan adalah sebuah serupa dengan bentuk tiga dimensional zig-zag. Dilihat dalam se uah muka joint , terlihat seperti jejak dari pen recorder, sehingga disebut stylolite.

Ukuran stylolite bermacam, sepanjang permukaan bed.
Lapisan dibawah lapis stylolite, ketika terkupas, terkadang disebut "pot-holed surface".

STRUKTUR
Saat terlitifikasi, massa batugamping mengalami tekanan dan regangan dari apa yang disebut gaya tektonik, didalam Bumi. Tekanan dapat menyebabkan mengalami kemiringan atau lipatan, sehingga menyebabkan llapisan batugamping terinklinasi dan bagian lemah dari perlekatan terinklinasi kearah yang sama. Tekanan juga menyebabkan terjadinya retakan pada batugamping, menyebabkan terjadinya kekar dan sesar.

Di banyak kejadian, seharusnya surveyor gua dapat mem-plot disposisi dari kekar, sesar, dan dip dari kemiringan lapisan sesuai dengan kemajuan survey. Hal ini akan sangat membantu interpretasi dari asal muasal gua di kemudian hari dan dapat menghilangkan beberapa rangkaian survai geologi yang diperlukan bahaya kesalahan lokasi.
KEKAR (JOINT)

Kekar dan sesar, keduanya adalah fracture (retakan), namun kekar tidak ada displacement, sedangkan sesar, definisinya adalah bidang displacement. Keduanya dihasilkan oleh kompresi, tensi, dan torsi, dengan berbagai kemungkinan arah.
Ada beberapa jenis kekar (joint):
conjugate joint, adalah joint yang hanya melalui satu bed saja, atau paling banyak hanya dua atau tiga lapisan.
master joint, adalah joint yang melalui bed yang lebih tebal daripada joint yang lain.
oblique joint

Conjugate joint yang melalui beberapa bed sehingga menjadi tempat yang cocok untuk awal dari tapak jejak speleogenetik yang mengatur arah vertikal, dan berkembang menjadi "pot" atau "pitch". Perkembangan sepanjang joint tunggal biasanya disebut "rift". Joint ini memungkin adanya perkembangan gua.

Batu gamping yang terlipat memiliki normal joint yang kemudian menjadi bedding yang mana berkembang basik saat bed dalam posisi horisontal, sehingga sampai dirotasikan dengan lapisan tertutup, atau mungkin memiliki oblique joint yang ter impose oleh tegangan berikutnya ke lipatan.

LIPATAN
Lipatan di batugamping, dan lapisan yang berdekatan, dapat menghasilkan sebuah struktur yang sangat beragam; lipatan dapat berupa arch yang mulus atau sebuha pembalikan lapisan yang sempit, dapat simetris maupun asimetris; dapat isoclinal, dengan dua cabang yang memiliki dip sama; atau tergulingkan, dengan satu cabang memiliki lapisan yang merupakan kebalikannya. Ukurannya dapat beberapa feet dan dapat pla luasnya berkilometer dan ribuan meter. Inklinasi dari lapisan batugaping dapat memberikan sumbangan distribusi beberapa joint dan sesar serta berbagai bentuk zona lemah batuan lainnya.

SESAR
Sesar ada tiga jenis; normal, wrench atau tear, dan reverse atau thrust.
Sesar adalah fracture yang mengalami dislokasi. Hal ini juga memungkinkan awal terjadinya spelegenesis sepanjang sesar. Salah satu pengaruh utama dari sesar adalah displacement lapisan yang memiliki karakter speleogenesis, berjauhan satu sama lain. Selain itu sesar dapat menghasilkan bed yang berbeda, bersamaan dengan karakter speleogenetik yang sama, posisi yang berlawanan; gua hasilnya dapat ditandai dengan perubahan ukuran detail potongan dan ciri-cirinya ditempat lintasan sesar.

Pergerakan sesar seringkali berkesudahan dalam sebuah fragmen batuan yang ter-crush atau ter-grind membentuk sebuah zona atau sebuah pita breksi daripada sebuah bidang sesar clean-cut. Breksi semacam itu biasanya merupakan sementasi dari kalsit, tetapi cukup permeable sehingga menjadi faktor yang cukup penting dalam perkembangan gua.
Berbagai macam hipotesis tentang asal muasal gua telah dibuat yang mana titik awalnya adalah sebuah masa homogen batugamping yang kemudian terangkat dari muka air laut. Dengan asumsi bahwa batugamping adalah homogen, maka variabel sedimen gamping dan tekstur diagenesis menjadi diabaikan. Padahal tringkah laku dari; ukuran butir dan pori, permeabilitas yang berbeda; sifat dasar bedding plane, stylolite, kekar, sesar, lapisan mineral, karst yang terkubur, semuanya memiliki arti yang sangat penting dalam mengontrol tempat, waktu, dan tingkatan speleogenesis. Tidak ada sistem gua yang dapat dipahami secara penuh jika faktor-faktor tersebut tidak dianalisa.

Pada teori awal, mulanya semua pathway dari speleogenetik adalah dalam zona phreatic. Faktor geologi yang kemudian mengontrol pathway berkembang menjadi gua. Studi yang mutakhir menunjukkan, bahwa pathway dapat berkembang menjadi gua sistem vadose, dan juga, gua ada juga yang berkembang langsung ketika pada zona vadose.

gravatar

cave SURVIVE

Persiapan sebelum perjalanan berikut ini terutama untuk gua-gua yang memiliki potensi banjir. Pertama, tiap orang harus menyiapkan pakaian mereka untuk menahan dingin; seperti misalnya pakaian dalam polypropylene. pakaian middle wool dan pelapis luar. Lapisan tersebut akan menjaga anda tetap hangat; sekalipun basah. Cara terbaik untuk melawan hyptermia adalah dengan menghindarkan diri sebelum anda masuk kedalam gua. Kedua, anda harus memberitahukan kepada orang kemana anda pergi, beraapa lama perjalanan anda, area dari gua dimana anda eksploraso dan kapan anda akan pulang. Ketiga, cobalah untuk memperoleh laporan cuaca. Keempat, isi dari pack anda harus mewakili sikap sadar akan safety. Item berikut ini akan membuat masa tinggal anda dalam gua lebih dapat memiliki toleransi.

Dua tas sampah-ini dapat disimpan di helm. Jika kemungkinan terserang hypothermia, buat sebuah lobang di pusat dari salah satu tas tersebut keatas, kemudian hirupkan ke seluruh badan. Jagalah lobang cukup kecil sehingga anda kepala anda sedikit saja fit through. Hal ini akan mengurangi area yang kehilangan panas melalui lobang tersebut. Tas kedua seharusnya memeiliki lobang yang berada pada bagian depan dekat dengan puncaknya. Tas ini kemudian dipull ke seluruh kepala sehingga anda melihat keseluruhan lobang tersebut. Meletakkan helm ke belakang akan membantu menjaga tas kedua ditempatnya. Dengan tas ganda anda meningkatkan pengisolasian ruang udara yang mati.

Satu ruang untuk selimut-saat menjaga dari angin kemampuan untuk memantulkan inframerah sangat bagus saat dibungkuskan ke tubuh anda. Hal ini akan menahan sebagian besar panas tubuh. Sangat baik sekali jika dipergunakan dalam mempertemukan dengan sumber panas kedua.

Air untuk membantu menghindari dehidrasi. Anda seharusnya minum sekalipun tidak haus. Anda dapat minum air gua pada saat emergensi tetapi dapat menimbulkan resiko jika meminum air yang sudah terkontaminasi.

Makanan ekstra-hal ini seharusnya lebih banyak dari pada rencana makanan untuk perjalanan normal-dengan cara ini anda akan mempunyai makanan ditangan saat dibutuhkan.

First aid kit- satu untuk tiap grup sudah cukup. Harus ada tablet untuk water purification.

Lilin yang dipergunakan adalah miliki tukang pipa dan harus lima biji. Penting terutama sebagai sumber pacas bagi caver elektronik.

Korek api atau korek gas.

Pensil dan kertas dipergunakan untuk menulis catatan rescue.

Cyalume light sticks-baik untuk membuat tanda lokasi. Tidak ada hubungannya dengan sumber cahaya.

Jam - tanpa jam waktu terjebak seakan tanpa akhir.

Lembar foam yang terbungkus untuk mengisolasi terhadap dingin dari tanah. Dapat dipakai potongan kecil ensolite yang dapat dengan mudah dipak dalam semua kondisi.

Kompor untuk memanaskan air atau makanan untuk menjaga agar suhu inti badan dari turunnya suhu terlalu rendah.

Jika mungkin, lebih baik jika menyembunyikan supplie dalam sebuah tas yang kedap air dan ditempat yang mudah dijangkau. Tas ini harus berisi makanan yang banyak, tas sampah, karbit ekstra, material isolasi space blanket, firt kit aid, dll.

Jika anda terperangkap banjir (atau yang lainnya) pertama yang yang harus dikerjakan adalah jadikan anda menjadi sebuah survival frame di pikiran anda. Pada saat tersebut anda bukan lagi seorang caver; tetapi survivor, dan sesegera mungkin anda sadar hal itu segera pula anda kerjakan apa yang perlu agar dapat survive.

Anda harus memperkirakan seberapa serius dan besar dari banjir. Jaga agar sebanyak mungkin pakaian tetap kering sembari memeriksa water level. Marker harus ditandakan ke batas air sehingga dapat memiliki rekaman fluktuasi air. Hal ini akan membantu anda secara psikologis untuk membantu anda menentukan saat kapan atau apakah self rescue memungkinkan. Setelah itu anda harus mendapatkan sebuah tempat yang aman dari air dan angin, terutama waterfall. Angin dari gerakan air akan menambah dingin, yang mana akan menguras panas tubuh anda yang berharga. Berikutnya, lepaskan semua pakaian yang basah dan dengn pertolongan satu orang, peraslah. Setelah itu, leatkkan lagi. Mengeringkan dari kelembaban 100% tidak dapat dikerjakan sampai mengeringkannya, tetapi akibat tubuh anda maka akan kering dalam 5 jam. Saat semuanya kering akan sangat berharga sekali untuk menjaga panas tubuh anda.

Setelah semua langkah diatas dikerjakan; anda akam meemiliki banyak waktu untuk menyiapkan psikologis diri sendiri dan mental untuk cobaan yang berat yang akan datang. Dari keadaan ini rencanakan bahwa terjebak dalam jangka waktu yang lama. Jika anda segera direscue maka tidak akan ada yang hilang, tettapi jika anda membicarakan bahwa anda segera direscue beberapa saat nanti, maka hasilnya akan lebih buruk dari pada yang diharapkan.

Mulailah menjaga panas tubuh dari awal. Jika mungkin, ambil tas sampah dan kerjakan jika memungkinkan. Terkadang tas harus diganti untuk membersihkan dari embun. Juga, jagalah agar dua tas leher anda serapat mungkin, untuk menjaga agar kehilangan panas menjadi minimum. Karena tanah adalah penghilang panas yang sangat baik, cobalah sesedikittmungkin kontak dengan tanah dengan duduk melintang pada lembar isolator.

Dengan menempatkan sebuah lilin atau lampu helm diantara dua paha dengan disebarkan menggunakan tas sampah-untuk menjebak panas, anda dapat menghangatkan diri anda sendiri saat anda merasa dingin. Dengan mempelajari hal tersebut sehingga batang tubuh anda secara langsung diatas timbulnya udara panas, proses akan semakin efisien. Lillin nomor lima akan habis kurang lebih 8-10 jam jika lelehannya tidak dibuat keluar. Ingat bahwa lelehan lilin (wax) adalah bahan bakar dari lilin; jangan sia-siakan. Selalu biarkan helmet anda dalam keadaan menyala; kepala anda sangat erat hubungannya dengan sistem pembuluh darah dan memungkinkan untuk kehilangan panas dari tempat tersebut.

Pada saat tertetentu selama seebelum anda mulai tinggal, inventarislah semua suppli yang mungkin dan mulailah memikirkannya segera. Dan lagi, jangan anggap bahwa anda akan direscue segera. Ambil semua makanan dari tiap orang untuk disimpan terpusat karena anda harus menjadikan tiap orang sesehat mungkin untuk survival. Mengherankan bagaimana makanan sedikit tubuh dibutuhkan sementara tidak ada kebutuhan energi yang besar untuk membuatnya. Jagalah makanan saat anda betul-bettul membutuhkannya.

Jagalah sumber cahaya. Jika anda mungkin untuk mencoba self rescue, atau direscue, anda menginginkan bahwa memiliki sumber cahaya utama yang fungsional. Sehingga jagalah karbit dan batery. Lilin akan menyediakan panas untuk tubuh dan sinar saat anda menunggu.

Tinggalkan catatatn pada lokasi yang baik. Hal ini penting untuk membantu melancarka rescue anda. Catatal harus termasuk lokaso anda dan bagaimana anda bisa sampai kesana; gambarkan peta jika perlu dan berikan banyak tanda jika mungkin. Daftar kondisi grup anda dan bantuan medis yang dibtuhkan termasuk tingkat seriusnya dari suattu masalah dan jika mungkin bagaimana mereka dapat bertindak sesuai dengan hal-hal tersebut. Berikan dafttar dari kebutuhan penting yang anda miliki. Segera setelah rescuer mengetahui status anda segera mungkin akan membantu anda.

Rapatkan tubuh-tubuh anda sesegera mungkin. Saat merapatkan tubuh, cobalah untuk meminimalkan area permukaan yang kontak dengan udara dan tanah. Cara yang oaling baik adalah dengan metode "spoon" (sendok). Anda harus menempatkan perut anda kebelakang dengan kaki langsung dibelakang orang didepan anda. Letakkan tatngan bebas anda merangkul orang lain dan sebanyak mungkin berada pada tubuh mereka. Orang yang berada di ujung harus berotasi untuk menghindari kehilangan panas tubuh. Orang yang sngat kedinginan hindarkan dari posisi di ujung. Untuk sementara orang, merapattkan tubuh seperti ini merasa tidak nyaman, tetapi segera setelah anda mulai, maka anda akan merasa lebih baik. Sekali berada pada posisi merapat seperti itu anda ingin bergantian sisi bagian secara rutin; setelah sebentar maka pangkal paha anda merasa sakit. Untuk meredakan tekanan pada tulang pinggul galilah sedikit pada tempat dimana pangkal paha anda berada tetapi tidak selayaknya menggunakan tekanan pada nya.

Aspek paling berat dari situasi akan mempertahankan kesehatan perilaku mental. Untuk dapat survive dengan menyenangkan anda harus menjaga semangat anda. Ini lebih sulit saat anda hubungan anda dengan dunia luar terputus habis. Berada di gua dan mengetahui bahwa anda terjebak dan tidak dapat ditolong dapat menjadi korbannya. Anda dapat bertempur melawan frustasi dan depresi dengan memiliki kepercayaan pada sistem. Hal ini hanya persoalan waktu sebelum sebuah rescue dengan skala penuh diselenggarakan. Anda harus percaya pada orang-orang diluar dan yakinkan diri sendiri bahwa mereka diluar sedang mengerjakan sesuatu untuk membawa anda keluar. Dari pengalaman seseorang kita tahu bahwa hal ini adalah benar. Saat orang mengetahui situasi, tidak akan ada sesuatu yang dapat menghentikan mereka sampai anda aman di luar dan bersuara.

Waktu akan terasa menyimpang saat anda menunggu untuk mendapatkan kembali hubugan dengan dunia. Dengan memiliki arloji anda dapat mengatur periode tidur pada waktu yang seharusnya. Kemampuan akal untuk menangani stress dan situasi emergensi adalah deminish saat putaran alamiah terganggu. Dengan berpegang kepada putaran "siang-malam", anda dapat meemudahkan diri terhadap stress psikologi.

Selama bencana anda seharusnya juga memeriksa psikologi tiap orang dan keadaan mentalnya. Hal ini akan membantu untk membentuk group menjadi dekat dan unit yang erat sebagaimana untuk peringatan adanya masalah sebelum mereka keluar kendali. Jika masalah sudah terbentuk, cobalah utuk berbicara dengan orang melalui mas krisis atau kerjakan apa saja yang perlu untuk mengendalikan situasi.

Sesuatu yang tidak mengancam nyawa, tetapi potensial untuk melemahkan merupakan "immersion foot" (mencelupkan kaki??) Hal ini terjadi saat hubungan dengan water yang mengakibatkan kaki terlalu bengkak dan sangat sakit jika untuk berjalan. Anda dapat menghindarinya dengan mengangin-anginkan kaki anda tiap 3-4 jam perhari. Juga, kaos kaki polypropylene untuk bagian dalam dan wool untuk bagian luar dapat menghilangkan uap do kaki anda. Jagalah boot anda sepanjang mungkin. Hal ini memungkinkan untuk sirkulasi udara disekitar kaki anda dan dapat mengeringkannya.

Sekali lagi berikanlah sistem waktu untuk bekerja. Pergunakan kepala anda. Jangan bodoh. Bersabarlah dan tetap miliki kepercayaan. Akan memalukan diri anda sendiri jika sebuah noktah aman dan selamat tetapi sesuatu yang besar dan diri anda sendiri akan terbunuh. Banyak orang yang meninggal karena kurang sabar. Jangan menjadi salah satu diantara mereka.

Judul Asli: SURVIVAL IN A CAVE / SURVIVAL Di GUA

(TERJEMAHAN) Caving Information Series - STC 9301
by Gary Bush and Mark Rocklin edited by Michael H. Camilletti

oleh Gary Bush dan Mark Rocklin editting oleh Michael H. Camilletti

Reproduced with permission of the National Speleological Society, Inc., 2813 Cave Ave., Huntsville, AL 35810-4431."

gravatar

Vertical Caving, Organisasi Rigging

Organisasi Rigging, Yang dimaksud dengan organisasi rigging adalah manajemen dan pembagian kerja saat pembuatan lintasan. Persiapan dan pengaturan yang dilakukan meliputi banyak hal yakni:

I. Peralatan

Hal ini dilakukan sebelum mulai penelusuran, meliputi :

1. Penentuan dan penghitungan jumlah alat yang akan dibawa. Hal ini dibedakan atas :

Penelusuran gua baru.
Jumlah peralatan yang dibawa berdasarkan target waktu penelusuran yang akan dilakukan, ataupun perkiraan kedalaman gua yang akan ditelusuri. Perkiraan kedalaman dan panjangnya dapat diperkirakan dengan analisis geologi dan peta topografi, serta dibandingkan dengan gua-gua sekitarnya (jika pernah ditelusuri).

Penelusuran gua yang pernah ditelusuri sebelumnya.
Jumlah perlatan bisa dihitung dari jumlah pitch dan panjang tiap pitch yang telah diketahui sebelumnya karena penah menelusuri atau dengan membaca peta gua.
2. Packaging peralatan
Peralatan yang dibawa dibagi menjadi beberapa kelompok berdasar efisiensi penggunaan dan pantangan, dengan menggunakan tackle bag tersendiri:

Tali
Tali dimasukkan kedalam tas khusus(sendiri), jangan dicampur dengan barang-barang lain terutama bahan kimia (karbit, dye tracing, batery, dll) dan makanan.
Gulung tali kedalam tas dengan ujung yang pertama kali masuk dibuat simpul 8 tunggal dan simpul 8 double pada paling ujung. Berfungsi untuk menyambung tail bila ternyata tali sudah habis sebelum mencapai dasar pitch. Dan yang terpenting mencegah rigging man "terjun bebas".
Ingat!!! Seorang vertical caver berpengalaman pernah mengalami hal ini dan harus ditebus dengan nyawanya!!
Jika menelusuri gua yang pernah ditelusuri dan diketahui kedalaman masing-masign pitch, masukkan tali sesuai dengan urutan panjang tali yang dimiliki. (Jika panjang tali yang dimiliki tidak seragam).
Tiap ujung tali diberi label panjang tali sehingga memudahkan untuk manajemen tali yang berhubungan dengan kedalaman pitch. (Lihat Gambar)



Masing-masing ujung tali diberi kode panjang tali .

Perlatan dari logam
Perlatan ini berupa carabiner, pengaman sisip, bor tebing, hammer dan lain sebagainya. Masukkan peralatan ini dalam tas tersendiri. Jika terlalu berat dapat dipisahkan menjadi beberapa tas. Untuk gua yang pernah ditelusuri, pemisahan lebih baik tidak berdasar pada jenisnya, misalkan carabiner dimasukkan ke dalam satu tas, pengaman sisip di tas yang lain, namun berdasar kebutuhan tiap pitch.
Peralatan dari kain.
Perlatan yang dimaksud adalah webbing, sling, ataupun tali potongan pendek yang dipergunakan untuk rigging. Sebagaimana dengan tali, peralatan ini sensitif terhadap bahan kimia.

II. Pembagian tim

Tim rigging yang baik minimal 2 orang. dengan pembagian tugas sebagai berikut.

a. Pemasang lintasan.

Bertugas memasang lintasan dan leader. Sebagai pemasang lintasan dia bertanggung jawab atas keselamatan penelusur lainnya saat melewati lintasan yang dibuat, jadi lintasan ini harus benar-benar aman untuk penelusur lainnya. Sehingga ada kesepakatan bahwa pembuat lintasan harus yang pertamakali turun pada lintasan tersebut.

b. Pembantu.(assisten rigging)

Orang ini berugas untuk menyiapkan dan memberikan alat yang dibutuhkan oleh pembuat lintasan, juga sebagai belayer saat orang pembuat lintasan harus melakukan traversing ataupun pemanjatan pada saat memasang lintasan.

gravatar

Proses-proses Yang Mempengaruhi Terjadinya Gua

Gua : adalah setiap ruangan bawah tanah alam di bebatuan yang cukup dimasuki manusia. (Union Internationale de Speleologie).
Gua : lubang alam yang ada di bumi. (William B. White, 1988)

Beberapa referensi yang mengulas proses-proses terjadinya gua, diantaranya adalah:

Geomorphology and Hydrology of Karst Terrains (William B. White, 1988)
Karakteristik bentuk lahan di kawasan karst adalah:
- bentukan negatip yang tertutup, dengan berbagai ukuran dan susunan
- drainase permukaan yang terputus
- gua-gua dan sistem aliran bawah permukaan
Tingkat perkembangan bentuk lahan kawasan karst, secara umum berbeda satu kawasan dengan yang lainnya. Mulut gua terbentuk secara kebetulan.
Sebagian terbentuk berhubungan dengan sumber air atau tempat keluarnya air yang juga membentuk gua. Misalnya mulut gua yang berupa swallow hole atau mulut mata air.
Sebagian mulut gua terbentuk dengan downcutting dari lembah permukaan yang memotong lorong gua.
Sebagian lain terbentuk dengan proses yang komplek: upward stopping of cave passage, sinkhole collapse, atau perpotongan vertical shaft dengan lorong gua.

Swallow hole : pengertian ini dipergunakan untuk menandai tempat dimana aliran air menghilang menuju bawah tanah
Vertical shaft : pada bentuk ideal, merupakan silinder dengan dinding vertikal merombak perlapisan melawan inklinasi perlapisan.
Collapse : runtuhan

Karst Geomorphology and Hydrology (D.C Ford & P.W. Williams,1989)
The Science Of Speleology (G.T Warwick. Geomorphology and cave)

Dome pit (page 100):
Disebabkan oleh solution yang menuju keatas, di back up oleh air lipasan banjir pada chamber, terbentuk sepanjang joint utama. (Renault, 1952 a dan b).
(Maucci, 1952, 1958) menyebutnya erosi terbalik (inverse erosion).

Karst Landform (Marjorie M. Sweeting, 1972)
Faktor-faktor yang mempengaruhi bentukan lorong gua (133):
- Bentuk kapilaritas primer
- Karakter petrologi dan kimia batugamping
- Struktur batugamping, seperti dip, joint, dan fault, dll
- Tipe dan banyaknya aliran air yang melewati lorong (phreatic atau vadose)
- Fisiografi kawasan regional
- Pengaruh perkembangan gua sebelumnya, yakni sejarah gua
- Iklim dan variasi iklim masa-masa sebelumnya
- Pengaruh deposit gua.

Cave collapse and breakdown:
- Block breakdown : Tipe runtuhan biasanya pendek dimensi untuk horisontal, cenderung vertikal, bertingkat, arah terrentang naik kearah tension dome. Runtuhnya atap atau dinding gua secara besar-besaran, ditandai dengan hasil runtuhan berbentuk blok yang persegi.
- Slab breakdown : Tipe runtuhan yang berada pada jarak horisontal yang panjang tetapi tingkat vertikal yang terbatas. Disebabkan oleh runtuhnya lapisan tunggal pada atap. Ketebalan irisan tidak beraturan tersebar sepanjang lorong gua.
- Plate breakdown : disebabkan oleh solution atau hilangnya tekanan plat tipis batugamping.
- Chip breakdown : pada kasus ini hanya satu fragmen kecil yang runtuh , satu bagian yang flat dan berbentuk serpihan pecahan.

Identifikasi pencirian adanya mulut gua dari interpretasi peta topografi, foto udara:
- pola aliran yang terputus, baik aliran periodik maupun aliran semua musim. Bentuk : Swallow hole (hilangnya aliran sungai / air), resurgence (tempat munculnya kembali aliran air ke permukaan, bisa sungai, bisa spring (sumber air /mataair). Ciri morfologi permukaan: dari peta topografi atau foto udara terlihat aliran sungai yang terputus. Untuk swallow hole, aliran air masuk menghilang kebawah permukaan tanah melewati mulut gua. Untuk resurgence dan spring, aliran air muncul dari bawah tanah melewati mulut gua.
- scarp, escarpment. Bentuk : resurgence, spring, fosile, Ciri morfologi permukaan : adanya tebing akibat sesar.
- pothole, shaft, domepit. Dapat diidentifikasi di lapangan, foto udara. Bentuk : lobang sumuran, celah vertikal. Ciri morfologi permukaan : tidak tentu.
- closed depression (uvala, cockpit, doline/ sinkhole). Bentuk: lembah-lembah karst yang tertutup
- vegetasi lebih lebat atau dengan jenis tumbuhan yang berbeda dengan vegetasi endemis disekitarnya.
- kelelawar, burung sriti, burung walet yang menuju atau dari satu titik daerah tertentu.

Identifikasi pencirian adanya mulut gua dari peta geologi:
- Litologi pada jenis batu gamping klastik nan klastik
- Struktur geologi yang terlihat nyata (sinklin, antiklin)
- Struktur kekar, lapisan, fault regional.

Identifikasi pencirian adanya mulut gua dari informasi orang lain:
- Pendeskripsian mengenai apa yang disebut "gua" kepada orang yang dimintai informasi - Mengerti istilah yang dipakai penduduk sekitar (luweng, song, jumbleng, gua, goa, guha, umbul, leang, goffre, grotte, cave, al kahfi, shaft, dll

gravatar

Teknik Penulusuran Goa Horizontal

Medan pada gua horisontal sangat bervariasi, mulai pada lorong-lorong yang dapat dengan mudah di telusuri, sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya.

a. Lumpur.

Lorong yang berlumpur dapat dengan mudah kalau lumpur tersebut tidak terlalu tebal. Tapi dalam kondisi lumpur setinggi lutut bahkan sampai setinggi perut, kita tidak mudah untuk melaluinya.

Untuk melewatinya kita bergerak dengan posisi seperti berenang. Dengan posisi seperti ini akan lebih mudah bergerak dan menghemat tenaga.

b. Air.

Untuk kondisi lorong gua yang berair. terutama gua yang belum pernah di masuki kita tidak mengetahui kedalaman air dan kondisi di bawah permukaan air, untuk itu kita harus mengetahui prosedur dan mempunyai fasilitas pendukung.

Syarat utama untuk melewati lorong yang berair adalah harus bisa berenang. Tetapi dengan kondisi lorong yang serba terbatas, teknik berenang dalam gua berbeda dengan berenang di kolam renang. Di sini kita memakai pakaian lengkap, sepatu bahkan mungkin membawa beban yang cukup berat.

Pembagian team juga harus di sesuaikan, untuk leader ia tidak boleh membawa beban berat, karena leader harus membuat lintasan dan mempelajari kondisi medan.

Dalam kondisi tertentu kita menggunakan pelampung, perahu karet terutama untuk lorong yang panjang dan berair dalam.

Ada juga lorong yang hampir semua di penuhi oleh air hanya ada ruangan sedikit yang tersisa. Untuk melewatinya kita harus melakukan DUCKING ( kepala menengadah). Kadang-kadang kita harus melepas helm untuk menambah ruang gerak kepala. Dalam kondisi tertentu kita melakukan ducking dengan jongkok, bahkan dengan berbaring kalau badan tidak dapat masuk seluruhnya.

Diving, adalah teknik penyelaman dengan alat bantu pernafasan dan pakaian khusus. Teknik ini di lakukan pada lorong yang seluruh bagiannya tertutup oleh air (sump, siphon). Untuk perbandingan resiko kematian di cave diving adalah 60% tewas. Sedang resiko caving 15 %. Dengan melihat perbandingan resiko kematian yang besar ini kita di tuntut untuk ekstra hati-hati, seyogyanya tidak meneruskan penelusuran jika tanpa alat pendukung yang standart.

c. Climbing.

Dalam suatu penelusuran gua terkadang kita menjumpai adanya water fall ataupun lorong yang terletak di atas kita. Untuk dapat meneruskan penelusuran kita harus menggunakan teknik-teknik Rock Climbing. Seperti memasang pengaman sisip dan bor tebing untuk pembuatan lintasan, yang melakukan adalah leader dan kemudian anggota yang lain melewatinya dengan SRT. Teknik rock climbing harus bisa di lakukan pada kondisi medan seperti :

* Aliran air yang deras dan kita tidak mengetahui kedalamannya.
* Gua yang berbentuk celah dan menyempit bagian dasarnya
* Sungai besar atau danau yang dalam.
* Pemasangan rigging pada waterfall.
* Menghindari calcite floor atau oolith floor.

gravatar

hilangKAN strEEZ lewat CAVING

Banyak cara yang dilakukan orang untuk menghilangkan stres. Dari mulai jalan-jalan ke pantai hingga melakukan aktivitas membahayakan yang bisa mengancam jiwa. Misalnya hobi caving atau menjelajahi gua yang banyak digeluti para pencinta alam.
caving adalah pekerjaan sekaligus hobi yang bisa menjadi candu dan melepaskan stres sekaligus. Sejak tahun 2000 saya bergabung di organisasi MAHACALA (Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Haluoleo) sekadar untuk petulangan saja
. Saya mulai menyukainya kegiatan ini sejak tahun 2001 di mulai dari ekspedisi pengambilan nomor di Wawonii (Sultra)

Lambat laun aktivitasnya itu membuat saya semakin menyukai alam goa dan mulai mempelajari teknik caving seperti single rope technique (SRT), rescue vertical, mapping sebagai modal dasar untuk mendukung kegiatan penelitian di gua.

Banyak hal yang membuat saya menjadi kecanduan pada hobi menjelajah goa. Mulai dari pengenalannya dengan kehidupan hewan gua, hingga keindahan ornamennya.

"Terutama tantangannya di mana kita harus pandai manjat, bisa berenang, bisa mendaki gunung, bisa orientasi medan, bisa peta kompas, sampai menyelam semua ada di caving. Itulah yang bikin saya ketagihan, dimana semua itu bisa melupakan segala masalah dan merasa terlahir kembali setelah merasakan gelap, dingin, lembab serta suara tetesan air dalam gua itu. "Dari caving saya banyak belajar tentang hidup dan juga bisa mengukur sejauh mana kemampuan saya serta pengalaman caving telah memberikan banyak pelajaran untuk menjadi lebih mandiri, berjiwa sosial tinggi, mampu beradaptasi dengan cepat, dan mampu menjadi quick decision maker di saat menghadapi kondisi yang tak terduga.

Sebagai olahraga sekaligus hobi yang menantang maut, caver haruslah terus waspada selama menjelajah.

Beragam peralatan haruslah mereka miliki sebelum memasuki wilayah tujuan, seperti helm dengan penerangan, sepatu boot khusus, baju mudah kering (cover all), senter kedap air, perahu karet, single rope tali khusus sejenis webbing atau karmantel, dan makanan yang berenergi tinggi seperti gula merah.

"Yang terpenting adalah kita harus memiliki etika ber-caving yaitu take nothing but pictures, kill nothing but time, leave nothing but footprints, dan cave softly," jelas Cahyo.

caver pemula harus memiliki pengetahuan dasar bagaimana menelusuri gua horisontal yang aman, jangan pernah masuk gua di musim penghujan. Para penjelajah gua juga harus mengetahui karakteristik gua yang akan dimasukinya, memiliki keterampilan tali-menali (simpul), teknik penelusuran vertikal dengan SRT, dasar-dasar vertical rescue (self rescue) ataupun rescue terpadu.

Pengetahuan tersebut untuk menghindari risiko kecelakaan yang kemungkinan besar bisa terjadi. Di Indonesia banyak kecelakaan hingga meninggal dunia ketika aktivitas caving dilakukan. patah tulang karena terjatuh atau cedera tubuh biasanya menjadi risiko yang harus dihadapi para petualang gua ini. Mereka juga harus waspada terhadap berbagai binatang yang biasanya ada di luar mulut gua seperti ular kobra, kalajengking, dan ikan lele.

"Yang terpenting kita mesti menjalani semuanya sesuai prosedur, maka semuanya dipastikan akan aman-aman saja,"
Cara caver ini juga tergabung dalam berbagai komunitas caving yang ada di Tanah Air saat ini seperti Subterra Community, Hikespi (Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia), Indocavers Indonesia, forum karst Gunung Sewu atau Penggiat Speleologi Sultra (PS2)

Pada ajang inilah biasanya mereka juga membahas tentang menjaga kelestarian gua, dan upaya menjadikan gua sebagai tempat tujuan wisata.

"Keberadaan komunitas dan juga klub ini selain untuk ajang kumpul-kumpul juga untuk membatasi kerusakan alam yang bisa ditimbulkan dari para pencinta alam yang tidak bertanggung jawab,"

gravatar

dampak PENELUSUR terhadap GOA

Penelusuran gua, sekalipun dilakukan dengan hati-hati tetap dapat membahayakan gua dan isinya. Bagaimana solusi terbaiknya? Satu rangkaian penggunaan gua oleh manusia dapat diringkas kurang lebih adalah sebagai berikut: penggunaan gua oleh masyarakat lokal - penjelajahan oleh speleologiwan - peningkatan kunjungan gua sebagai kegiatan caving rekreasi - penelitian ilmiah - penipisan sumber daya fisik dan biologi - dan akhirnya perlindungan terhadap apa yang tersisa.

Pemadatan sedimen dan pengeruhan air

Rencana konservasi gua harus mempertimbangkan dampak pengunjung terhadap fauna bawah tanah. Dampak biologis dari kunjungan gua yang berulang kali, jauh lebih berbahaya daripada pengaruh fisik yang berupa pemadatan sedimen, pengotoran flowstone dan erosi. Banyak binatang gua yang binasa oleh sepatu boot penelusur gua, bahkan belakangan penelusur gua tersebut tidak mengetahui keberadaan binatang-binatang tersebut. Kunjungan berulang kali memadatkan sedimen dan menghilangkan habitat potensial dan dapat menghasilkan peningkatan aliran air serta erosi aliran-aliran kecil di turunan-turunan pada flow stone dan dripstone.

Longsoran sedimen akibat dilewati oleh caver, dapat masuk kedalam air sehingga mencekik fauna yang hidup atau hidupan lain yang ada di dalam air tersebut. Sedangkan fauna aquatik ini sangat besar pengaruhnya terhadap ekosistem gua.

Perhatikan!! Anggap saja bahwa tim anda sedang memasuki gua yang "perawan". Di suatu lorong yang berlumpur tebal (katakanlah lebih dari 30 cm), sehingga jalanpun susah. Dan di lumpur ini seringkali dijumpai fauna terestrial (fauna daratan), sampai berukuran milimeter. Di salah satu atau beberapa bagiannya terdapat saluran air atau parit-parit kecil. Di jalur air ini, biasanya lumpur lebih padat sehingga lebih mudah dilalui. Namun di air ini pula hampir selalu hidup fauna aquatik yang tidak dapat hidup di lumpur disekitarnya, ukurannya pun juga sangat kecil. Jalur mana yang anda pilih untuk melewati lorong ini?

Jalur yang pertama kali dilewati oleh penelusur pertama, cenderung untuk diikuti oleh kunjungan berikutnya. Maka, jika anda spesialis gua "perawan", harap berhati-hati dalam menentukan jalur penelusuran!!!

Masuknya Energi Tambahan

Masuknya sumber energi tambahan kedalam gua adalah salah satu cara dimana caver (penelusur gua) dapat merubah ekosistem gua secara drastis atau pelan-pelan. Sementara, banyak gua yang flora atau faunanya dapat bertahan hidup karena energi yang ada di dalam gua rendah dan konstan. Sebagian lain membutuhkan energi lebih besar. Dan ini bisa terbawa masuk oleh caver.

Caver dapat memanaskan lingkungan gua dengan panas tubuhnya sendiri, sehingga ini menyediakan energi tambahan dari kondisi semula. Di Gua Remouchamps, Belgia, satu rombongan wisatawan terdiri dari 87 orang, telah menaikkan suhu udara gua 1,5°C selama kunjungan lima menit (Merenne-Schoumaker 1975).

Sumber energi tambahan, dapat dihasilkan dari sisa-sisa makanan caver. Disarankan bahwa setiap caver membawa lembaran plastik, dimana caver duduk diatasnya saat dia makan. Di sekitar tubuh caver akan tersebar sisa-sisa atau remah makanan - coklat, biskuit, tetesan - yang mewakili peningkatan ketersediaan energi di dalam gua. Hal-hal ini menjadi tempat yang potensial untuk kolonisasi jamur dan bakteri, atau mekanan fauna gua.

Penelusur gua juga harus memilih jenis pakaian yang dikenakan. Sweaters dan jenis lain yang menghasilkan bulu tidak boleh dipakai sebagai pakaian lapis luar. Di lorong yang sempit, pakaian semacam itu akan meninggalkan serabut kecil dan bulu yang asing terhadap lingkugan gua

Racun

Pembuangan karbit adalah sarana yang potensial untuk membunuh fauna gua, terutama gua dengan sistem energi rendah dimana menghasilkan reaksi sisa selama beberapa minggu. Karbit kalsium bereaksi menghasilkan gas asetilene dan kapur. Dan mungkin dapat berisi unsur lain seperti sulfit dan logam tertentu. Senyawa ini dapat terlepas ke aliran gua atau air bawah tanah dan mengotorinya. Beberapa gua di Taman Nasional Sequoia dan Kings Canyon di Amerika, penelusur gua tidak boleh menggunakan lampu karbit sebagai penerangan.

Disamping itu, di beberapa gua di Taman Nasional tersebut, pengujung juga dilarang membawa segala macam bentuk tembakau. Termasuk rokok, cerutu, tembakau sedot, dan tembakau kunyah

Kerusakan ornamen

Beberapa gua memiliki area "tidak boleh ada sepatu" yang mana melewati bentukan gua yang lembut. Kaos kaki wool dapat menyebabkan masalah yang sama di area ini dan tidak boleh dipakai sebagai lapisan terluar saat berjalan pada flowstone atau rimstone.

Gua lain mungkin mengharuskan cavers harus menggunakan boot dengan sol ringan

Jika melewati bagian lantai yang halus dan sensitif, jika perlu jalur dialasi dengan lembaran plastik.

gravatar

Konservasi Goa

Gua adalah lingkungan yang unik dan rentan, untuk itu harus dikonservasi secara aktif jika mungkin dipelihara sesuai dengan kondisi aslinya. Alasan dari kerentanannya adalah bahwa membutuhkan banyak waktu untuk membentuk suatu fitur, sebuah formasi kalsit yang dirusak caver yang kikuk dapat membutuhkan waktu ribuan tahun untuk perbaikan.

Bagaimanapun, bentukan bukan satu-satunya di dalam gua yang harus dilindungi, Fauna & Flora (binatang (termasuk kelelawar), pakis, jamur, dll) cenderung sungguh jarang dan dalam beberapa kasus mungkin hanya didapati pada satu gua tau kelompok gua. Banyak gua mengandung peninggalan arkeologi, baik manusia dan tumbuhan atau fitur penting (tentu saja tambang adalah fitur sejarah itu sendiri).

Beberapa gua juga mengandung fitur penting misalnya deposit endapan. Kerusakan terhadap gua dapat dibagi menjadi dua kategori internal dan eksternal. Kerusakan eksternal adalah yang bekerja terhadap gua, oleh manusia di surface, secara langsung terhadap gua (penggempuran gua dan penggalian penambangan) atau tidak langsung dengan merusak land use (misalnya penggunulan hutan). Internal adalah kerusakan terjadi pada gua oleh penelusur gua.

Kerusakan eksternal dapat dikurangi oleh caver yang memiliki hubungan baik dengan pemilik tanah, dan dengan rasing profile dan pengetahuan tentang gua.

Kerusakan internal dapat dicegah dengan mengikuti guidaline konservas dasar, dan dengan penggunaan pengamatan yang baik dan common sence whilst moving through the cave. Konservasi tidak hanya penting di dalam gua tetapi juga diluar, harus berhati-hati untuk menanamkan 'aturan daerah' (misalnya menghindari perusakan pagar dan dinding, jangan menjatuhkan sampah (dan ambillah jika anda menemukan), keep resonably quite, jangan tutup pintu dengan mobil, dll) dan ikutilah perjanjian akses ke gua. Dengan mengikuti peraturan umum dan sederhana anda dapat menjaga gua hal, melindungi lingkungan gua yang lembut untuk generasi mendatang dan melindungi akses untuk caver jaman sekarang.

Guidelines Konservasi:

* Jangan pernah memasuki area yang dilarang dan melakukan observasi rute yang diberi tanda-tanda.
* Jangan buang sampah (misalnya pembungkus coklat, peralatan yang rusak)
* Jangan sentuh sesuatu terhadap peninggalan arkeologi atau sejarah (misalnya tulang, peralatan penambangan yang tua)
* Ekstra hati-hatilah saat melihat atau memfoto bentukan dan jangan menyentuhnya
* Selalu pergunakan pengaman alami jika aman dan tersedia dan jangan tambahkan bold baru jika bold yang lama masih aman dan tersedia.
* Pastikan bahwa anda berperan sebagai contoh yang baik
* Laporkan adanya perusakan
* Jangan ganggu kelelawar (misalnya bising, atau menyorotkan sinar kepada mereka) terutama dalam musim panas (berkembang biak) dan musim dingin (hibernation).
* Jangan pernah mengambil foto kelelawar karena akan mengganggunya (dan ini melanggar peraturan termasuk di UK)
* Selalu ikuti syarat-syarat perijinan (dapat diperoleh dari guide dan hand book)
* Orang baru atau penelusuran pelatihan harus dilakukan di gua-gua yang memiliki nilai konservasi rendah dan dengan pengaawasan yang cukup.
* Kelompok penelusuran diusahakan kecil dan dipimpin oleh pemimpin yang cakap.
* Hindari penggunaan lampu karbit (diusahakan) dan jangan pernah membuang karbit yang sudah dipakai.

Ditulis oleh Simon Lee (dep. of Ag. & Hort.)

gravatar

INTRODUKSI SPELEOLOGI

1. Sejarah Penelusuran Gua

  • Masa Primitif, gua dihuni oleh manusia Cro Magnon dan berlindung, kuburan dan untuk pemujaan roh leluhur
  • 1674, John Beaumont seorang ahli bedah dan ahli geologi amatir dari Samerset Inggris melakukan pencatatan laporan ilmiah penelusuran gua sumuran (potholing) yang pertama kali dan diakui oleh British Royal Society
  • 1670 - 1680, Baron Johann Valsavor dari slovenia adalah orang pertama yang melakukan deskripsi terhadap 70 gua dalam bentuk laporan ilmiah lengkap dengan komentar, sketsa dan peta sebanyak 4 jilid dengan total mencapai 2.800 halaman. Atas jasanya British Royal Society memberikan penghargaan ilmiah kepadanya
  • 1818, Kaisar Habsburg Francis I adalah orang yang pertama kali melakukan kegiatan wisata di dalam gua yaitu saat mengunjungi Gua Adelsberg (Sekarang Gua Postonja di eks Yugoslavia). Kemudian Josip Jersinovic yaitu seorang pejabat di daerah tersebut tercatat sebagai pengelola gua profesional yang pertama
  • 1838, Pengacara Franklin Gorin adalah tuan tanah yang memiliki areal dimana gua terbesar dan terpanjang di dunia yaitu Mammoth Cave di Kentucky AS. Olehnya gua tersebut dikomersialkan dan dipekerjakannya seorang mulatto bernama Stephen Bishop berumur 17 tahun sebagai budak penjaga gua tersebut. karena tugasnya tersebut Stephen Bishop dianggap sebagai Pemandu Wisata Gua Profesional (Cave Guide) pertama. Mammoth Cave sendiri terdiri dari ratusan lorong (Stephen Bishop menemukan sekitar 222 lorong) dengan panjang 300 mil hingga kini belum selesai ditelusuri dan diteliti. Tahun 1983 oleh usaha International Union of Speleology, Mammoth Cave diakui oleh PBB sebagai salah satu warisan dunia (World Herritage)
  • 1866-1888, pada masa ini diakui sebagai saat lahirnya Ilmu Speleologi yang dipelopori oleh Edouard Alfred Martel (1859-1938)berkat usaha kerasnya selama 5 yang diakui sebagai Bapak Speleologi Dunia. Semua ini tahun dalam suatu Kampanye Penelusuran Gua yang berisi metoda yang menggabungkan bidang Ilmu Riset Dasar dalam eksplorasi gua sehingga dapat dilakukan suatu penelitian yang Multi disipliner dan Interdisipliner. Metoda tersebut diakui oleh para ahli sebagi cara yang paling tepat, konstruktif dan efisien dalam meneliti lingkungan gua. Bahkan tata cara tersebut dianggap sebagai pokok penerapan disiplin, tata tertib, etika dan moral kegiatan Speleologi Modern pada masa sekarang.

2. Speleologi Modern dan Perkembangannya di Indonesia

Speleologi berasal dari kata Spelaion (Gua) dan Logos (Ilmu) dalam bahasa Yunani. Arti umumnya adalah Ilmu Mengenal Gua namun secara khusus diartikan sebagai Ilmu Riset Dasar yang mempelajari lingkungan gua dan aspek ilmiah yang ada di dalamnya. Bidang ini menyangkut banyak cabang ilmiah dari bidang sains yang lain seperti Biologi (mikrobiologi), Geologi, Kimia, Meteorologi, Anthropologi, Arkeologi, Minerologi, Sedimentologi juga bidang ilmu yang bersifat sosial seperti Ilmu Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, Turisme bahkan Mistik dan Legenda.

Di Indonesia baru ada pada pertengahan dekade 70-an. Diperkenalkan oleh dr. Robby Ko King Tjoen DV. melalui media massa. Tahun 1979 bersama Norman Edwin (Alm.) mendirikan SPECAVINA club Caving pertama di Indonesia. Setelah bubar pada awal dekade 80-an maka pada Tanggal 23 Mei 1983 dr. Robby mendirikan HIKESPI (Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia) yang mendapat pengakuan Internasional dengan terdaftar di UIS (Union Internationale de Speleologie - anggota Kelompok F UNESCO) dengan nama FINSPAC (Federation of Indonesian Speleological Activities). Dan dari Pemerintah RI (terdaftar di LIPI sebagai organisasi afiliasi profesi ilmiah) sebagai satu-satunya organisasi yang mewadahi semua kegiatan speleologi di Indonesia secara resmi.

3. Macam dan Fungsi Gua

Pengertian gua adalah "suatu lorong bentukan alamiah di bawah tanah yang bisa dilalui oleh manusia, yang hanya bisa dilalui hewan saja disebut gua mikro". Dalam hal ini yang dimaksud adalah gua alam, namun ada juga gua buatan manusia seperti tempat perlindungan perang dan lain-lain. Gua alam dibagi dalam beberapa jenis berdasarkan letak dan batuan pembentuknya, yaitu :

  • Gua lava : terbentuk akibat pergeseran permukaan tanah akibat gejala keaktifan vulkanologi, biasanya sangat rapuh karena terbentuk dari batuan muda (endapan lahar) dan tidak memiliki ornamen batuan yang khas
  • Gua litoral : sesuai namanya terdapat di daerah pantai, palung laut ataupun di tebing muara sungai, terbentuk akibat terpaan air laut (abrasi)
  • Gua batu gamping (karst) : adalah fenomena bentukan gua terbesar (70% dari seluruh gua di dunia). Terbentuk akibat terjadinya peristiwa karst (pelarutan batuan kapur akibat aktifitas air) sehingga tercipta lorong-lorong dan bentukan batuan yang sangat menarik akibat proses kristalisasi dan pelarutan gamping. Diperkirakan wilayah sebaran karst Indonesia adalah yang terbesar di dunia
  • Gua pasir, gua batu halit, gua es dsb. : adalah bentukan gua yang sangat jarang dijumpai di dunia, hanya meliputi 5% dari seluruh jumlah gua di dunia.

Fungsi gua :

  • Tempat berlindung (primitif) manusia dan hewan
  • Tempat penambangan mineral (kalsit/gamping, guano) - tempat perburuan (walet, sriti, kelelawar)
  • Obyek wisata alam bebas dan minat khusus
  • Obyek sosial budaya (legenda, mistik) - gudang air tanah potensial sepanjang tahun
  • Laboratorium ilmiah yang peka, lengkap dan langka
  • Indikator perubahan lingkungan paling sensitif
  • Fasilitas penyangga mikro ekosistem yang sangat peka dan vital bagi kehidupan makro ekosistem di luar gua.

4. Apakah Speleologi Itu ?

Pengertian Kata Speleologi adalah Ilmu mengenai gua atau ilmu yang mempelajari tentang lingkungan gua dan membahas berbagai aspek fisik dan biologisnya. Sedang caving adalah kegiatan penelusuran gua. Secara umum menurut ketentuan internasional, setiap kegiatan penelusuran gua harus mempunyai tujuan ilmiah dan konservasi (berlaku untuk gua alam bebas). Sedangkan bila untuk tujuan wisata maka hanya diperkenankan pada gua-gua khusus yang telah dibuka sebagai obyek wisata dan telah dikelola secara profesional, lintas sektoral dan terpadu.

5. Etika Penelusuran Gua

    • Jangan MENGAMBIL sesuatu, kecuali mengambil GAMBAR
    • Jangan MENINGGALKAN sesuatu, kecuali meninggalkan JEJAK
    • Jangan MEMBUNUH sesuatu, kecuali membunuh WAKTU
  • Bertindak WAJAR
    • Tidak sok pamer atau menutup-nutupi kepandaian (merasa minder atau malu)
    • Jika tidak sanggup maka tidak memaksakan kehendaknya
  • Tunjukkan RESPEK Kepada Sesama Penelusur Gua
    • Tidak menggunakan peralatan atau bahan-bahan yang disediakan oleh rombongan lain tanpa persetujuan
    • Membahayakan penelusur gua yang lain, misalnya :
      • Mengambil atau memutuskan tali yang terpasang
      • Memindahkan peralatan ketempat lain
      • Menimpuk batu jika ada penelusur lain didalam gua
    • Menghasut penduduk disekitar gua agar menghalang-halangi atau melarang rombongan lain masuk gua karena tidak satu orang/kelompok pun boleh merasa memiliki kekuasaan/hak terhadap sebuah gua bahkan bila dia itu seorang ahli yang menemukan gua tersebut pertama kali kecuali pemilik tanah di mana gua itu berada
    • Jangan melakukan penelitian yang sama jika ada rombongan penelusur lain yang sedang mengerjakannya DAN BELUM DIPUBLIKASIKAN (kecuali mendapatkan ijin)
    • Jangan gegabah sebagai penemu sesuatu sebelum mendapat konfirmasi dari kelompok2 resmi yang lain
    • Jangan melaporkan hal-hal yang tidak benar demi sensasi atau ambisi pribadi
    • Setiap usaha penelusuran gua adalah USAHA BERSAMA dan hasil publikasi tidak boleh menonjolkan DIRI SENDIRI tanpa mengingat jasa SESAMA PENELUSUR
    • Jangan menjelek-jelekkan penelusur lain dalam publikasi walau penelusur itu mungkin melakukan hal-hal yang bersifat negatif. Setiap publikasi negatif tentang sesama penelusur maka akan memberikan gambaran negatif terhadap semua penelusur gua.

5. Kewajiban

  • Konservasi lingkungan gua harus menjadi TUJUAN UTAMA kegiatan Speleologi dan dilaksanakan sebaik-baiknya oleh SETIAP PENELUSUR
  • Membersihkan gua serta lingkungannya, menjadi kewajiban pertama para penelusur
  • Apabila sesama penelusur gua membutuhkan pertolongan darurat para penelusur gua wajib memberikan pertolongan itu
  • Setiap penelusur gua wajib menaruh respek terhadap penduduk sekitar gua. Minta ijin seperlunya, bila mungkin secara tertulis kepada yang berwenang, tidak membuat onar atau melakukan tindakan-tindakan yang melanggar ketenteraman dan menyinggung perasaaan panduduk. Jangan merusak pagar, tanaman penduduk atau menganggu hewan milik penduduk. Sedapat mungkin menghormati dan mematuhi larangan2 yang diberikan pemuka masyarakat setempat berkaitan dengan gua yang akan ditelusuri demi menjaga martabat kepercayaan setempat
  • Bila meminta ijin dari instansi resmi yang berwenang, maka harus dirasakan sebagai kewajiban untuk membuat laporan dan menyerahkan hasilnya pada instansi tersebut. Apabila meminta nasihat pada penelusur atau seorang lainnya, maka wajib pula menyerahkan laporan kepada kelompok penelusur atau penasehat perseorangan itu
  • Bagian-bagian yang berbahaya dalam suatu gua wajib diberitahukan kepada kelompok penelusur lain, apabila anda mengetahui adanya tempat-tempat yang berbahaya
  • Sesuai dengan pandangan NSS dari USA, dilarang memamerkan benda-benda mati atau hidup didalam gua untuk lingkungan NON penelusur gua dan NON Speleologi. Hal ini untuk menghindari dorongan kuat yang hampir pasti timbul, untuk ikut mengambil benda-benda itu guna koleksi pribadi atau untuk melakukan penelusuran gua tanpa pengetahuan teknis dan ilmiah yang cukup. Bila perlu hanya di pamerkan dalam bentuk foto2 tanpa menyebutkan lokasi
  • NSS juga tidak menganjurkan usaha mempublikasikan penemuan2 di dalam gua atau lokasi dari gua sebelum diyakini betul adanya pelestarian oleh yang berwenang, yang memadai. Perusakan lingkungan gua oleh orang awam menjadi tanggung jawab si penulis berita, apabila mereka mengunjungi gua2 itu sebagai akibat publikasi dalam media massa
  • Setiap terjadi musibah diwajibkan untuk di laporkan kepada sesama penelusur melalui media Speologi yang ada, hal ini perlu supaya jenis musibah yang sama dapat dihindari
  • Menjadi kewajiban mutlak bagi penelusur gua untuk memberitahukan kepada rekan-rekan terdekat lokasi mana akan pergi dan kapan ia akan diharapkan pulang. Di tempat lokasi gua, para penelusur wajib memberitahukan penduduk nama dan alamat para penelusur dan kapan diharapkan selesai menelusuri gua. Wajib memberitahukan penduduk siapa yang harus dihubungi, apabila penelusur belum keluar dari gua sesuai dengan waktu yang direncanakan
  • Para penelusur wajib memperhatikan keadaan cuaca. Wajib meneliti apakah ada bahaya banjir didalam gua waktu turun hujan lebat dan meneliti lokasi2 mana di dalam gua yang dapat dipergunakan untuk tempat menghindar dari banjir
  • Dalam setiap musibah setiap penelusur wajib bertindak dengan tenang tanpa panik dan wajib patuh pada instruksi pemimpin penelusuran
  • Setiap penelusur dianjurkan untuk melengkapi dirinya dengan peralatan dasar, untuk kegiatan yang lebih sulit digunakan peralatan yang memenuhi syarat dan ia wajib mempunyai pengetahuan tentang penggunaan peralatan itu
  • Setiap penelusur wajib melatih diri dalam berbagai keterampilan gerak penelusuran gua dan keterampilan menggunakan peralatan sekalipun dalam waktu2 non aktif
  • Setiap penelusur gua wajib membaca berbagai publikasi mengenai gua dan lingkungannya agar pengetahuan tentang Speleologi tetap berkembang, bagi yang mampu melakukan penyelidikan atau opservasi ilmiah diwajibkan melakukan publikasi agar sesama penelusur dapat menarik manfaat dari makalah2 itu.

6. Bahaya-bahaya

Survival dalam caving tidaklah dimungkinkan, oleh karena itu kecelakaan di dalam gua selalu berakibat fatal. Karena dilakukan dalam keadaan gelap total maka tingkat kesulitan dan resiko setiap aktifitas adalah 2 kali lipat daripada di luar gua. Apalagi di Indonesia belum ada (belum mampu) membentuk suatu tim rescue (SAR) gua baik secara lokal maupun nasional walaupun telah banyak gua dibuka sebagai obyek wisata. Di luar negeri fasilitas SAR adalah sarana mutlak bagi penyelenggaraan suatu obyek wisata gua.

NSS USA menyebutkan usia minimum penelusur gua (profesional dan amatir) adalah 20 tahun sebagai batas psikologis (kecuali beberapa gua wisata khusus mengijinkan siswa SD masuk). Alasan utamanya karena 90% kejadian kecelakaan menimpa mereka dengan klasifikasi "Young (Teenager) Male Unafiliated Novice" (Remaja/anak laki-laki belasan tahun yang tidak terlatih dan tidak terdaftar pada kelompok speleologi resmi). Namun di Indonesia tidak ada ketentuan batasan umur, bahkan di daerah tertentu seperti di Karang Bolong Jawa Barat remaja belasan tahun telah memasuki gua untuk menambang kapur atau sarang burung walet dengan peralatan tradisional. Maka jelas sekali bahwa kestabilan emosional dan keterlatihan/keterampilan yang memadai adalah syarat utama keselamatan penelusuran. Bahkan secara internasional syarat keterampilan ini seharusnya dinyatakan dalam bentuk sertifikasi yang dikeluarkan melalui kursus / pelatihan resmi oleh Federasi Speleologi setempat (di Indonesia adalah HIKESPI).

Oleh karena itu tidaklah berlebihan apabila kalangan penelusuran gua memiliki motto keselamatan "SEDIA PAYUNG SEBELUM MENDUNG" sehingga tidak cukup bersiaga dikala ada gejala bahaya namun justru jauh sebelum itu. Maka estimasi perubahan situasi harus senantiasa diperhatikan. Tingginya jam terbang, pengetahuan, keterampilan dan senioritas tidak cukup dijadikan patokan keamanan karena apa yang bakal dihadapi di dalam gua tidak seorangpun dapat memastikan. Etika pencegahan kecelakaan adalah :

  • Tidak memaksakan menelusuri gua bila badan kurang sehat
  • Keterampilan kurang terutama pada gua vertikal
  • Peralatan tidak lengkap, kurang terawat dan sudah uzur
  • Kesiapan mental kurang (sedang patah hati atau stress)
  • Anggota terlemah adalah patokan standar penelusuran, apabila anggota terlemah mengalami gangguan maka saat itu juga penelusuran harus dihentikan tanpa dapat ditawar lagi
  • Jumlah anggota kelompok tidak kurang dari 4 orang
  • Jangan masuk gua di musim hujan, seorang penelusur gua pada masa ini biasanya cuti kegiatan dan hanya diisi dengan latihan ringan atau memperdalam pengetahuan
  • Mintalah ijin kepada orang tua dan aparat daerah setempat dan instansi terkait sekaligus berpamitan dengan sejujurnya tentang tujuan dan lokasi kegiatan, perhatikan dengan cermat serta patuhi segala wejangan atau nasihat mereka
  • Tinggalkanlah pesan sebagai berikut :
    • Hari, tanggal
    • Nama pemimpin kelompok, alamat, no. telepon
    • Nama, alamat, telepon anggota lain
    • Tujuan memasuki gua : ILMIAH/OLAH RAGA/WISATA
    • Nama gua, lokasi : (dukuh, desa, kecamatan, kabupaten) - Mulai masuk gua pukul, rencana keluar pukul APABILA SAMPAI PUKUL ..... BELUM KELUAR GUA MAKA MUNGKIN TELAH TERJADI KECELAKAAN MAKA HARAP SEGERA MELAPOR KEPA- DA LURAH, POLISI DAN MEMINTA BANTUAN DENGAN MENGHUBUNGI: - NAMA, ALAMAT, NOMER TELEPON - NAMA, ALAMAT, NOMER TELEPON SEGALA PERONGKOSAN/UANG YANG DIPERLUKAN UNTUK MENERUSKAN BERITA INI AKAN DIGANTI DUA KALI LIPAT. TERIMA KASIH.

Formulir ini diberikan kepada pejabat dan instansi berwenang setempat dan ditempel di kaca mobil.

Macam-macam bahaya :

  • Terjatuh, seringkali akibat kesalahan estimasi terhadap jarak (distorsi) karena gelap. Melompat adalah hal yang haram dalam kegiatan penelusuran gua
  • Kekurangan oksigen dan gas beracun, lorong penuh kelelawar atau tumpukan guano, banyak terdapat akar pohon menjulur, tidak berair, berbau belerang dan pengap harus dihindari karena penuh dengan kandungan gas beracun seperti CO dan HS. Tanda-tanda umum kurangnya oksigen atau serangan gas racun biasanya terjadi pening dan halusinasi
  • Keruntuhan atap dan meledak, adalah kejadian tak terduga yang tidak dapat dihindari bisa diakibatkan gempa bumi atau ledakan dalam gua (jangan membuang sisa karbit dalam gua atau masuk ke lorong penuh guano dengan lampu karbit). Untuk menghindarinya perhatikan apakah lokasi tersebut merupakan bekas penambangan kapur atau dekat dengan lokasi peledakan dinamit sebuah proyek
  • Banjir, bisa dideteksi bila terdengar suara gemuruh dalam lorong, air sungai yang terasa hangat dan terlihat sampah hanyut dalam aliran air. Perhatikan batas air di dinding sehingga dapat diperkirakan ketinggian air saat banjir, tentukan juga sebuah lokasi atau cekungan di atas batas banjir sebagai tempat berlindung darurat bila terjebak banjir
  • Hewan berbisa, walaupun menurut pakar biospeleologi mereka ini hidup di daerah mulut gua sampai 100 m. ke dalam namun bisa saja hewan seperti ular ditemui jauh di dalam gua karena terhanyut aliran air atau terperosok ke dalam dari atap atau ventilasi gua. Hindarilah cekungan dan lobang di sekitar mulut gua karena di tempat itu mereka bersarang. Bahaya lain adalah gigitan atau kelelawar dapat mengakibatkan rabies, kotorannya (guano) menyebabkan histoplasmosis (penyakit jalan pernafasan seperti TBC). namun umumnya hewan gua tidak mengganggu
  • Eksposure, hipotermia dan dehidrasi sangat mungkin terjadi akibat terpaan angin kencang dari aven (ventilasi gua atau jendela karst), baju yang basah karena berendam terlalu lama dalam air gua. Dehidrasi dapat dihindari dengan jalan minum sebelum haus (ingat sedia payung sebelum mendung) karena minum di saat haus datang berarti sudah sangat terlambat karena lebih dari 25% cairan tubuh telah lenyap, ingat penguapan cairan dan panas tubuh dalam gua terjadi sangat cepat tanpa terasa (bahkan dapat dilihat dengan jelas uap air yang keluar dari tubuh bila dilihat dengan sorot lampu)
  • Kegagalan peralatan, kelengkapan dan kecanggihan peralatan bukan jaminan apabila tidak diikuti dengan perawatan dan pengetesan rutin
  • Bahaya terbesar bagi penelusur gua 99% justru adalah di jalan raya, kelelahan akibat padatnya jadwal penelusuran mengurangi konsentrasi pada saat mengemudi. Jalan terbaik sewalah pengemudi profesional yang tidak terlibat dalam tim sebagai tenaga penunjang mobilitas.
dari berbagai sumber

Pengikut